kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Krakatau Steel belum jual lahan ke Honam


Senin, 17 Oktober 2011 / 22:08 WIB
ILUSTRASI. Pejabat tinggi intelijen AS mengatakan China adalah ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan sejak Perang Dunia II. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hasrat Honam Petrochemical memeluk lahan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) belum bisa terpenuhi. Krakatau Steel masih mengkaji tawaran perusahaan asal Korea Selatan itu.

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengaku masih membutuhkan studi mendalam atas tawaran tersebut. "Kami ingin diskusi lebih lanjut ke arah mana mereka akan mengembangkan industri petrokimia ini. Apa yang bisa bermanfaat buat Krakatau Steel," ujarnya usai bertemu dengan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Senin (17/10).

Honam sudah menyatakan niatnya untuk memiliki lahan milik Krakatau Steel seluas 40 hektare. Anak usaha Lotte Group ini sudah menggelar presentasi di depan jajaran direksi dan komisaris Krakatau Steel. Perusahaan petrokimia ini berniat membangun pabrik terintegrasi senilai US$ 5 miliar.

Tetapi satu kali pertemuan belum cukup bagi Krakatau Steel. Bujang berharap ada pembicaraan secara periodik sehingga bisa memberikan kesimpulan pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×