kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Krisis global masih menekan harga pulp dan kertas


Senin, 12 November 2012 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Karyawan dan karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta.


Reporter: Handoyo | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Krisis utang di kawasan Eropa dan AS masih membayangi kinerja ekspor bubur kayu (pulp) dan kertas (paper). Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) memproyeksikan, harga pulp dan kertas masih bergerak di bawah US$ 1.000 per ton hingga kuartal II 2013.

Ketua Umum APKI, Misbahul Huda, mengatakan, akhir tahun ini seharusnya harga pulp dan kertas mulai naik. "Di Eropa memasuki musim dingin sehingga tak melakukan penebangan kayu," ujar Huda akhir pekan lalu.

APKI berharap harga kertas naik karena sejak pertengahan 2012, harga pulp hanya US$ 650 per ton dan kertas US$ 850 per ton. Padahal, biasanya, di saat Eropa memasuki musim dingin, harga pulp bisa mencapai US$ 700 per ton dan kertas US$ 1.000 per ton. Sebagai gambaran, pada Februari 2011, harga pulp dan kertas masing-masing US$ 1.200 per ton dan US$ 1.400 per ton.

Huda menyebutkan, akibat rendahnya harga, beberapa anggota APKI menurunkan produksi. Pasalnya, kalau mereka memaksa mempertahankan
produksi malah bisa merugi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×