Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSN) menggelar kick-off ceremony sebagai pertanda dimulainya program transformasi Enterprise Resource Planning (ERP). Modernisasi ERP ini diarahkan untuk meningkatkan performa sistem, mendorong inovasi serta memperkuat efisiensi biaya secara berkelanjutan.
Vice President of Global Information Technology KSN, Beny Y. Widyatmoko mengatakan bahwa kick-off ini menjadi titik awal transformasi yang bukan sekadar upgrade sistem, melainkan penguatan fondasi digital perusahaan. Adapun, transformasi ERP ini dilakukan melalui RISE with SAP di atas Amazon Web Services (AWS).
Program ini merupakan kolaborasi KSN, SAP, AWS dan Trimitra Sistem Solusindo (TMS) Consulting sebagai implementation partner yang mendampingi tata kelola serta pelaksanaan proyek. Menurut Beny, kolaborasi ini diperlakukan agar sistem siap menjawab kebutuhan bisnis ke depan.
Baca Juga: WSBP Suplai Beton Precast untuk Proyek New Priok Eastern Access
"Dengan kolaborasi bersama SAP, AWS, dan TMS Consulting, kami membangun fondasi digital yang lebih siap menghadapi kebutuhan bisnis ke depan, termasuk pengembangan kapabilitas berbasis data dan teknologi cerdas," ungkap Beny dalam rilis yang disiarkan pada Rabu (21/1/2026).
Sebagai informasi, KSN merupakan bagian dari Nabati Group, kelompok usaha dari hulu ke hilir dengan 10 unit bisnis yang bergerak di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Bermula dari Kota Bandung, Nabati Group juga bergerak di bidang usaha quick service restaurant, e-commerce, logistik, hiburan digital hingga properti.
Dalam program transformasi ERP ini, KSN menyiapkan penguatan sistem untuk mendukung operasi yang berjalan lintas negara. Saat ini, KSN menjalankan SAP S/4HANA untuk operasional di lebih dari lima negara dengan kebutuhan bisnis yang berlangsung 24 jam setiap hari.
"Oleh karena itu, modernisasi ERP ini diarahkan untuk meningkatkan performa sistem, memastikan kepatuhan terhadap standar SAP, mendorong inovasi, serta memperkuat efisiensi biaya secara berkelanjutan," terang Beny.
Kick-off ini menjadi forum penyelaras awal, termasuk penetapan tata kelola proyek, pembagian workstream utama, serta langkah kerja. Secara teknis, program dijalankan bertahap dan terstruktur. KSN menargetkan jadwal migrasi fase awal dan go-live pada kuartal kedua.
Melalui adopsi RISE with SAP di atas platform AWS, Nabati Group ingin memperkuat ketahanan operasional, sekaligus membangun fondasi yang solid untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. "Kami bangga dapat mendukung visi tersebut dan tetap berkomitmen untuk mendorong inovasi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara," kata Liher Urbizu sebagai President and Managing Director SAP Southeast Asia.
Dari sisi pelaksanaan, Managing Parther TMS Consulting Widiyo Dwihartanto menekankan pentingnya tata kelola proyek agar migrasi berjalan tertib dan terukur. Menurut Widiyo, transformasi yang dijalankan oleh KSN merupakan langkah strategi untuk membangun kapabilitas enterprise yang lebih modern dan agile.
"TMS Consulting berkomitmen untuk mendampingi seluruh perjalanan ini secara end-to-end, mulai dari governance, migrasi, hingga memastikan nilai bisnis yang diharapkan dapat tercapai," ungkap Widiyo.
Sementara itu, Anthonius Henricus sebagai ASEAN ERP on AWS Principal Specialist AWS menjelaskan bahwa AWS berperan sebagai fondasi hyperscaler yang mendukung skalabilitas, keandalan dan kesiapan masa depan dari RISE with SAP S/4HANA Private Cloud Edition. "Melalui infrastruktur cloud yang aman dan fleksibel, KSN dapat membangun sistem ERP yang lebih modern dan siap dikembangkan ke arah samrt ERP," terang Anthonius.
Baca Juga: Sinar Mas Land Bidik Marketing Sales Rp 3,6 Triliun Lewat Program Royal Key 2026
Selanjutnya: Anggaran BGN Rp 268 Triliun di APBN 2026, Efek ke Ekonomi Bergantung Eksekusi
Menarik Dibaca: 5 Teh Alami yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi Anda, Mau Coba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













