kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

KTNA: Impor beras akan ganggu harga beras dalam negeri


Rabu, 14 Maret 2018 / 23:00 WIB
ILUSTRASI. Pasokan beras


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) dikabarkan memperpanjangan waktu pengiriman impor beras sebanyak 20.000 ton kepada Bulog.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir berpendapat, dengan adanya impor beras ini maka nanti harga beras dalam negeri akan terganggu. Pasalnya, Winarno bilang, beberapa daerah saat ini sedang mengalami panen raya.

Melihat kondisi saat ini, Winarno pun meminta supaya impor tidak dilanjutkan. "Sebaiknya jangan impor lagi karena sedang panen raya. Pasti banyak penolakan kalau diadakan rapat terbatas," ujar Winarno, kepada Kontan.co.id, Rabu (14/3).

Sementara, menurutnya harga beras sudah mulai berangsut menurun sejak Februari. Bahkan, menurutnya, Saat ini harga gabah kering panen (GKP) sudah mencapai Rp 4.000 - Rp 4.400 per kg.

Winarno mengatakan, harga di setiap wilayah memang bervariasi. Selain memperpanjang impor hingga Juni, Kemdag pun tengah memproses izin bagi Bulog untuk memenuhi sisa kuota impor Bulog sebesar 500.000 ton.

Menyikapi hal ini, Winarno pun mengatakan belum ada keputusan yang diambil lewat rapat koordinasi terbatas (Rakortas). Menurutnya keputusan tersebut harus diambil lewat Rakortas supaya alasan dilakukan impor lebih jelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×