kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.862
  • SUN90,98 -0,39%
  • EMAS610.040 0,50%

Perpadi: Impor beras saat ini adalah hal yang wajar

Rabu, 14 Maret 2018 / 22:23 WIB

Perpadi: Impor beras saat ini adalah hal yang wajar
ILUSTRASI. BERAS IMPOR THAILAND



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) memberikan izin kepada Bulog untuk memperpanjang impor beras sebanyak 20.000 ton.

Menyikapi hal ini Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso beranggapan, impor beras saat ini merupakan hal yang lancar. Apalagi, menurutnya impor tersebut ditujukan untuk mengisi stok beras Bulog.


"Pengadaan Bulog sampai saat ini belum lancar, stok beras Bulog sangat rendah, hanya 600,000 ton sudah termasuk impor. Kebiasaan ini tidak pernah terjadi. Karena itu impor itu hal wajar karena untuk mengisi stok tadi," jelas Sutarto kepada Kontan.co.id, Rabu (14/3).

Sutarto menambahkan, impor pun tidak akan menjadi masalah apabila pihak yang mengimpor hanya diserahkan ke Bulog dan bukan ke swasta. Dia memandang, saat ini pemerintah melihat adanya masalah sehingga waktu impor kembali diperpanjang.

"Seharusnya bulan ini pengadaan sudah berjalan lancar, harga turun, kemudian operasi pasar juga berjalan," tutur Sutarto.

Menurut Sutarto, harga gabah saat ini kembali naik lantaran adanya kebijakan fleksibilitas pembelian Bulog sebesar 20%. Padahal menurutnya, harga gabah sudah sempat menurun.

Sutarto bilang, adanya fleksibilitas tersebut menjadi pegangan pelaku usaha dan petnai untuk melakukan bisnis beras. Bila hal ini diterapkan, maka harga beras tidak mungkin akan turun sampai mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sutarto menambahkan, dengan kebijakan fleksibilitas tersebut petani akan merasa senang, namun harga akan meningkat. Menurutnya, pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan.

Bila pemerintah ingin harga turun, maka impor bisa dilakukan dan kebijakan fleksibilitas dihapuskan. "Kalau mau harga turun jangan pakai fleksibilitas. Ini menjadi kebijakan yang kontradiktif," tutur Sutarto.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Yudho Winarto

BERAS

Tag
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0482 || diagnostic_web = 0.2615

Close [X]
×