kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kuartal I, produksi CPO Dharma Satya naik 34,6%


Kamis, 01 Mei 2014 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. Jus delima baik untuk menjaga kesehatan jantung.


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Dharma Satya Nusantara Tbk cukup memuaskan. Pada kuartal I tahun ini, produksi CPO emiten berkode saham DSNG ini tercatat 88.835 ton atau naik 34,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan produksi CPO tersebut tidak lain dikarenakan produksi produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang meningkat.

Kuartal I lalu produksi TBS DSNG tercatat mengalami kenaikan sebesar 16,7% menjadi 303.231 ton, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

"Pada kuartal I tahun ini, Perseroan mencatat kinerja operasional dan finansial yang cukup menggembirakan. Baik produksi CPO Perseroan maupun harga penjualan rata-rata CPO mengalami kenaikan sehingga ikut mendorong partumbuhan pendapatan kuartal I tahun ini," Djojo Boentoro Direktur Utama DSNG, Rabu (30/4).

DSNG membukukan laba bersih kuartal I 2014 sebesar Rp 151 miliar atau naik 464,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 27 miliar, seiring dengan peningkatan pendapatan pada industri kelapa sawit dan produk kayu milik Perseroan.

Pada kuartal I tahun ini, Perseroan mampu meningkatkan pendapatan bersih yang cukup signifikan sebesar Rp 1,238 triliun atau naik sebesar 54,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013 yang mencapai Rp 799 miliar.

Pendapatan bersih ini disumbangkan oleh industri kelapa sawit Perseroan yang pada kuartal I tahun 2014 menunjukkan kinerja yang signifikan dengan kenaikan sebesar 83% menjadi Rp 869 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yang mencapai Rp 475 miliar.

Sedangkan pendapatan dari produk kayu juga meningkat sebesar 13,9% menjadi Rp 369 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 324 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×