kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dharma Satya Petik Hasil Ekspansi


Senin, 24 Maret 2014 / 11:10 WIB
Dharma Satya Petik Hasil Ekspansi
ILUSTRASI. Buah ceri adalah salah satu makanan penurun asam urat alami.


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Meski ada kendala anomali cuaca dan rendahnya harga minyak sawit mentah, PT Dharma Satya Nusantara Tbk masih sanggup menikmati kenaikan penjualan sepanjang tahun 2013. Tahun lalu, perusahaan ini berhasil mencatatkan penjualan bersih
Rp 3,84 triliun, naik 12,6% ketimbang tahun 2012.

Supriyadi Jamhir, Corporate Communication Department Head PT Dharma Satya Nusantara Tbk, menuturkan, kenaikan penjualan bersih ini didukung upaya perusahaan ini yang telah melakukan proses mekanisasi di berbagai bidang, sehingga kinerja produksi lebih efisien. "Penjualan crude palm oil (CPO) dalam negeri juga naik," jelasnya kepada KONTAN, Minggu (23/3).

Kenaikan penjualan bersih ini otomatis mendongkrak laba usaha perusahaan tersebut. Berdasarkan laporan keuangan tahun lalu laba usaha perusahaan berkode emiten DSNG ini tercatat Rp 656,92 miliar, naik 32,9% dari tahun sebelumnya.

Meski penjualan dan laba usaha meningkat, laba bersih perusahaan ini pada tahun lalu justru melorot. Selama tahun 2013, DSNG mencatatkan laba bersih Rp 203,17 miliar, turun 5,13% dibanding dengan tahun 2012.

Penurunan laba bersih ini lantaran naiknya biaya keuangan yang timbul akibat membengkaknya rugi neto selisih kurs yang dialami perusahaan sebesar Rp 182,21 miliar. Penyebab lainnya adalah beban bunga dari pinjaman sebesar Rp 178,51 miliar.

Sejauh ini, Dharma Satya menjual mayoritas CPO produksinya kepada dua perusahaan besar. Kedua pelanggan besar Dharma Satya adalah PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) dan PT Wilmar Nabati Indonesia. Tahun lalu, DSNG menjual CPO ke SMART sebanyak
Rp 1,15 triliun dan sebanyak Rp 872,10 miliar kepada Wilmar Nabati Indonesia.

Tahun ini bisa lebih baik

Catatan saja, tahun lalu produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti DSNG mencapai 1,24 juta ton, naik 21,56% dari 2012 yang sebanyak 1,02 juta ton. Produksi TBS dari kebun plasma juga meningkat dari 976.710 ton di tahun 2012 menjadi 1,15 juta ton di 2013. Sementara itu, total lahan menghasilkan per akhir 2013 seluas 46.938 ha dari kebun inti dan 5.936 ha dari kebun plasma.

Tanaman kelapa sawit pada umumnya mulai berbuah secara komersial setelah umur tiga tahun. Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2011, DSNG menambah areal tertanam baru seluas 3.614 ha.

Jika seluruh luas kebun baru itu mulai menghasilkan tahun ini, setidaknya DSNG akan memperoleh tambahan produksi kelapa sawit sebanyak 95.554 ton TBS. Saat ini, total lahan tertanam DSNG mencapai 70.527 ha.

Itu sebabnya, Supriyadi menyatakan, tahun ini perusahaan ini optimistis mencapai hasil produksi lebih baik. Sayangnya, Supriyadi enggan merinci berapa target perusahaan ini tahun ini. Yang jelas, tahun ini DSNG akan melanjutkan sejumlah ekspansi, termasuk penambahan luas areal tanam baru sawit.

Sebelumnya, Andrianto Oetomo, Wakil Presiden Direktur dan Chief Financial Officer Dharma Satya menyatakan, tahun ini DSNG akan menambah luas areal  tanam baru 10.000 hektare (ha) di Kalimantan Barat. "Dari penanaman baru tersebut, perbandingannya adalah kebun inti seluas 75% dan kebun plasma seluas 25%," ujarnya.

Djojo Boentoro, Direktur Utama Dharma Satya, juga pernah menjelaskan, tahun  ini DSNG mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 80 juta. Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai penanaman lahan sawit dan membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru berkapasitas 60 ton TBS per jam di Kalimantan Timur.br />

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×