kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kuota impor daging sapi semester II sebanyak 32.000 ton


Selasa, 19 Juli 2011 / 22:52 WIB
ILUSTRASI. Pemandangan saat awan mendung menyelimuti wilayah Jakarta, Selasa (22/9/2020). Cuaca hari ini di Jabodetabek sebagian besar hujan, awas petir.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina |

JAKARTA. Pemerintah telah menetapkan kuota impor daging sapi untuk semester II tahun ini. Menteri Perdagangan, Marie Elka Pangestu mengungkapkan, kuota impor daging yang diizinkan mencapai 32.000 ton.

Menurutnya, pemerintah juga telah menetapkan kuota impor sapi bakalan periode triwulan III ini sebanyak 82.000 ekor. "Ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan daging menjelang puasa hingga akhir tahun nanti," kata Marie dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/7).

Marie bilang, penetapan kuota impor tentu tidak lantas menihilkan peran daging sapi lokal. Pemerintah tetap mengandalkan daging sapi lokal guna memenuhi kebutuhan nasional. Pemerintah juga akan terus berupaya untuk menjaga harga daging dan sapi bakalan lokal agar tidak menurun. "Kita akan awasi terus, jangan sampai harga daging lokal turun karena masuknya daging impor," jelas Marie.

Dengan kondisi seperti itu, Marie optimis pasokan daging sapi baik saat puasa maupun hingga akhir tahun akan aman. Selain itu, harga daging sapi juga diyakini akan tetap stabil meski permintaan melonjak saat puasa hingga Lebaran nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×