kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

B50 Diluncurkan, Ketua Komisi XII DPR Minta Dijalankan Secara Konsisten


Kamis, 09 Juli 2026 / 21:23 WIB
B50 Diluncurkan, Ketua Komisi XII DPR Minta Dijalankan Secara Konsisten
ILUSTRASI. Implementasi program B50 (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi mandatori Biodiesel B50 yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan.

Kebijakan strategis ini dinilai mendesak untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan impor bahan bakar fosil secara berkelanjutan.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya mengapresiasi peluncuran nasional tersebut sebagai langkah konkret dalam mewujudkan swasembada energi. Ia menekankan pentingnya komitmen jangka panjang agar program ini tidak menghadapi kendala pasokan di tengah jalan.

Baca Juga: Toyota: Pemulihan Ekonomi dan Kepercayaan Konsumen Topang Penjualan Mobil

Bambang berharap implementasi B50 dapat berjalan secara konsisten dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, badan usaha, industri biodiesel, hingga para petani sawit. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat tercapai secara optimal.

"Peluncuran B50 merupakan tonggak penting dalam perjalanan menuju kedaulatan energi nasional. Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan energi, pangan, dan airnya sendiri. Karena itu, kebijakan ini harus kita dukung bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, mandatori B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun per tahun sekaligus menciptakan nilai tambah industri kelapa sawit domestik. 

Selain itu, kebijakan ini juga diperkirakan meningkatkan nilai tambah industri CPO menjadi Rp 23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, meningkatkan kebutuhan biodiesel menjadi 16,7–18 juta kiloliter, meningkatkan kebutuhan CPO menjadi 15,2–16,3 juta ton, serta menurunkan emisi karbon hingga 44,46 juta ton CO? per tahun.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, pihaknya bakal terus mengawal jalannya program ini di lapangan. 

Pengawasan ketat dipastikan tetap berjalan agar target serapan biodiesel nasional sebesar 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas pasar.

Baca Juga: Dukung Efisiensi, Modena Ekspansi Portofolio Home Appliances dan Solusi Energi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×