kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba bersih anjlok, ini penjelasan manajemen Trans Power Marine (TPMA)


Kamis, 30 Juli 2020 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Kapal floating crane, kapal tunda dan tongkang pengangkut b a t u b a r a milik PT Trans Power Marine (TPMA)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

Selain itu, TPMA juga sedang mempertimbangkan pengiriman nikel ke Sulawesi melihat tren baterai listrik. Hanya saja, perusahaan menilai besar risiko kerusakan kapal dengan pengiriman komoditas tersebut lantaran pelabuhan di Sulawesi dinilai masih belum cukup baik.

"Kami sudah angkut beberapa kali tapi kami lihat kapal pada rusak karena pelabuhannya asal nempel ke pelabuhan sehingga menambah biaya kami untuk perbaikan kapal," terangnya.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) serap capex Rp 1,3 triliun di semester I

Perusahaan juga berupaya menambah pelanggan-pelanggan baru guna meningkatkan pasar. Tercatat saat ini, pelanggan setia TPMA dari Jorong Barutama Preston, Bahtera Adhiguna, dan Korintiga Hutani.

Kendati begitu, apabila hingga tutup tahun situasi masih sama dengan posisi saat ini manajemen memproyeksikan kinerja bisa mengalami penurunan 15%-20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×