kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.884   8,00   0,04%
  • IDX 6.365   97,26   1,55%
  • KOMPAS100 834   12,12   1,47%
  • LQ45 633   6,95   1,11%
  • ISSI 220   3,35   1,55%
  • IDX30 354   2,22   0,63%
  • IDXHIDIV20 428   -0,17   -0,04%
  • IDX80 95   1,36   1,45%
  • IDXV30 118   0,12   0,10%
  • IDXQ30 112   0,23   0,21%

Laba DFI Retail Nusantara (HERO) Turun 16,6% di Semester I-2026


Rabu, 12 Agustus 2026 / 14:56 WIB
Laba DFI Retail Nusantara (HERO) Turun 16,6% di Semester I-2026
ILUSTRASI. Pendapatan bersih DFI Retail Nusantara (HERO) meningkat 15,32% menjadi Rp 2,71 triliun pada semester I-2026, dengan laba turun 16,6% (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), pengelola gerai IKEA di Indonesia, membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026. Namun, kenaikan pendapatan dan laba kotor belum mampu mendorong pertumbuhan laba bersih HERO.

Mengutip laporan keuangan pada Rabu (12/8), pendapatan bersih HERO meningkat 15,32% menjadi Rp 2,71 triliun pada semester I-2026, dibandingkan Rp 2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat 19,69% menjadi Rp 1,52 triliun, dari Rp 1,27 triliun pada semester I-2025.

Meski beban pokok pendapatan tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan, laba kotor HERO masih meningkat 10,28% menjadi Rp 1,18 triliun, dari Rp 1,07 triliun pada semester I-2025.

Baca Juga: BAKTI Siapkan Exit Strategy untuk Infrastruktur Digital di Wilayah 3T

Namun, pertumbuhan laba kotor tersebut belum berlanjut ke bottom line. Laba tahun berjalan HERO turun 16,60% menjadi Rp 62,69 miliar, dibandingkan Rp 75,17 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, jumlah aset HERO per Juni 2026 tercatat Rp 4,30 triliun, turun 2,71% dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp 4,42 triliun.

Pada periode yang sama, total liabilitas HERO tercatat sebesar Rp 2,58 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp 1,72 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×