Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengalami penurunan laba pada paruh pertama tahun ini. Laba periode berjalan OKAS terpangkas 81,91% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 5,86 juta menjadi US$ 1,06 juta pada semester I-2026.
Penurunan laba tersebut terjadi ketika pendapatan OKAS mengalami kenaikan tipis 0,32% (yoy) dari US$ 76,08 juta menjadi US$ 76,33 juta hingga Juni 2026. Laba OKAS terpangkas akibat beban pokok penjualan meningkat 7,37% (yoy) menjadi US$ 57,39 juta, dari US$ 53,45 juta pada semester I-2025.
Hasil tersebut membuat perolehan laba bruto OKAS terpangkas 16,30% (yoy) dari US$ 22,63 juta menjadi US$ 18,94 juta. Pada saat yang sama, beban operasi OKAS melonjak 23,03% (yoy) menjadi US$ 15,06 juta. Membuat laba operasi OKAS anjlok 62,65% dari US$ 10,39 juta menjadi US$ 3,88 juta pada paruh pertama 2026.
Baca Juga: Pop Mart Buka Gerai ke-13 di Semarang, Ini Alasan Pilih Kota Ini
Direktur Utama Ancora Indonesia Resources, Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan mengungkapkan pendapatan OKAS pada semester I-2026 mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal. Jika dirinci, pendapatan OKAS mayoritas berasal dari bisnis Bahan Kimia dan Peledak Pertambangan - Manufaktur dan Perdagangan senilai US$ 47,34 juta atau setara 62% dari total pendapatan semester I-2026.
Pendapatan OKAS juga bersumber dari bisnis Bahan Kimia dan Peledak Pertambangan - Solusi Peledakan sebesar US$ 25 juta atau berkontribusi 33%. Selain itu, ada kontribusi dari bisnis lainnya yang menyumbang US$ 3,98 juta atau setara dengan 5% dari pendapatan OKAS pada paruh pertama 2026.
Meski laba menurun secara tahunan, tapi Ale menyebut bahwa terjadi kenaikan laba bruto dan EBITDA secara kuartalan atau Quarter-on-Quarter (QoQ). OKAS membukukan laba bruto sebesar US$ 18,94 juta dan EBITDA sebesar US$ 10,51 juta, yang masing-masing meningkat 40% dan 96% (QoQ).
Kenaikan laba bruto secara kuartalan terutama didorong oleh kinerja lini usaha Manufaktur dan Perdagangan pada bisnis Bahan Kimia dan Bahan Peledak untuk Pertambangan. Secara keseluruhan, marjin laba bruto (gross margin) pada semester I-2026 mencapai 25% dari Pendapatan.
"Secara keseluruhan, Ancora tetap berada pada posisi yang baik untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus terus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan dalam jangka panjang," ujar Ale melalui keterbukaan informasi pada Senin (27/7/2026).
Prospek Kinerja Semester II-2026
Ale meyakinkan bahwa prospek pertumbuhan OKAS hingga akhir tahun 2026 berpotensi positif, terutama dengan adanya rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Adapun, revisi RKAB berpotensi membawa relaksasi kuota produksi, sehingga dapat mendukung peningkatan aktivitas pertambangan pada semester kedua tahun ini.
Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) Suplai Spun Pile & Beton Proyek Tata Air Jakarta Utara
Selain itu, OKAS melihat potensi yang besar dari berbagai proyek baru serta meningkatnya peluang ekspor Amonium Nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik. Prospek ini didukung oleh tren permintaan regional, serta kondisi rantai pasok yang semakin kondusif.
Pada saat yang sama, OKAS terus melakukan diversifikasi basis pelanggan di luar sektor pertambangan, termasuk rencana pasokan untuk industri pertanian pada masa mendatang. OKAS juga memperkuat rantai nilai yang terintegrasi secara vertikal melalui rencana pengoperasian Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur yang ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2027, yang akan memperkuat platform ekspor sekaligus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang
“Ke depan, Ancora tetap berada pada posisi yang kuat sebagai satu-satunya perusahaan bahan kimia dan bahan peledak pertambangan terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Didukung oleh rantai nilai terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end), yang mencakup manufaktur Amonium Nitrat, detonator, booster, layanan logistik, hingga jasa peledakan di lokasi tambang," tandas Ale.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














