Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri elektronika nasional masih memiliki ruang untuk tumbuh seiring penguatan kapasitas produksi dan perluasan ekspor.
Hal ini tercermin dari kinerja industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 9,20% pada kuartal II-2026.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan posisi industri elektronika yang semakin penting dalam struktur manufaktur nasional.
Menurut dia, penguatan kapasitas produksi juga perlu diikuti dengan pengembangan rantai pasok dan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
“Penguatan produksi domestik perlu berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem industri yang lebih luas,” ujar Faisol dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).
Peluang penguatan industri juga terlihat dari kinerja perdagangan sejumlah produk elektronika. Pada kuartal II-2026, produk air conditioner (AC) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$103,70 juta. Refrigerator juga surplus US$96,39 juta.
Baca Juga: Midea Electronics Resmikan Pabrik Baru di Indonesia, Produksi Capai 3 Juta Unit
Sementara itu, mesin cuci masih mencatat defisit sekitar US$100 juta. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang bagi produsen domestik untuk memperbesar kapasitas produksi dan memperkuat rantai pasok di dalam negeri.
Faisol menyebut pengembangan industri perlu diarahkan pada peningkatan penggunaan komponen lokal, pengembangan sumber daya manusia serta penguasaan teknologi dan inovasi.
“Hal tersebut mencakup keterhubungan rantai pasok, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, pengembangan sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi dan inovasi,” katanya.
Salah satu perusahaan yang memperluas kapasitas manufaktur di Indonesia adalah Midea Electronics Indonesia. Melalui PT Jaya Refrigeration Equipment, perusahaan telah membangun fasilitas produksi di kawasan Cikarang dan Karawang.
Fasilitas tersebut memproduksi sejumlah produk home appliances, seperti AC, mesin cuci, refrigerator dan freezer.
Dalam kesempatan tersebut, Midea mencatatkan produksi kumulatif tiga juta unit. Adapun pencapaian tersebut terdiri dari 2,25 juta unit AC, satu juta unit refrigerator, dan 367.500 unit mesin cuci.
Baca Juga: Persaingan Bisnis Kulkas Memanas, Midea Perbesar Pabrik, Haier Incar Segmen Premium
Selain menyasar pasar domestik, Midea juga menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor. Hingga 2026, perusahaan telah mengekspor sekitar dua juta unit produk ke pasar ASEAN dan Amerika Utara.
Faisol menilai ekspansi produksi sekaligus ekspor tersebut memperkuat peran Indonesia dalam jaringan manufaktur global Midea.
“Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur,” kata dia.
Kementerian Perindustrian, lanjut Faisol, terus mendorong penguatan struktur industri melalui sejumlah instrumen kebijakan, termasuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah dan penggunaan produk serta komponen yang diproduksi di dalam negeri.
Baca Juga: Midea Electronics Resmikan Pabrik Kulkas Terbesar di RI, Kapasitas Tembus 2 Juta Unit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














