Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,30 triliun di sepanjang periode Januari-September 2026.
Merujuk laporan keuangan perusahaan, INPP tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,30 triliun dalam sembilan bulan di 2026, angka ini stagnan dibandingkan Rp 1,31 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Jika diperinci, segmen komersial menjadi pendorong utama kinerja perusahaan, dengan kontribusi sekitar 40% terhadap total pendapatan. Pada periode ini, pendapatan segmen komersial tumbuh sekitar 25% secara tahunan menjadi lebih dari Rp 521 miliar.
Baca Juga: Regal Springs Garap Pasar Kuliner dan Hospitality Lewat Produk KING Tilapia
Segmen hospitality menyusul di posisi kedua, yang turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan INPP. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan lebih dari 3,5% YoY menjadi sekitar Rp473 miliar. Sementara itu, segmen property sales berkontribusi sekitar Rp310 miliar terhadap pendapatan.
Wakil Presiden Direktur & CFO Paradise Indonesia, Surina menyampaikan pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi pengembangan pusat perbelanjaan berukuran menengah (mid-sized malls), diversifikasi tenant, serta fokus pada pengembangan specialty tenants yang menyasar segmen menengah ke atas.
“Strategi ini memungkinkan bagi Perseroan untuk memperkuat daya tarik aset sekaligus menjaga relevansi portofolio komersial terhadap kebutuhan pasar,” ungkap Surina, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Ia menyebutkan, diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci INPP dalam menjaga kinerja yang solid, dengan segmen komersial dan hospitality sebagai penopang pendapatan berulang serta property sales sebagai penggerak pengembangan bisnis.
Sementara itu, kontribusi recurring income tercatat mencapai lebih dari 75% dari total pendapatan perusahaan yang sebesar Rp1,3 triliun.
Sejalan dengan capaian peningkatan pada recurring income, INPP juga membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 55,02 miliar. Sebelumnya, perusahaan masih menanggung kerugian hingga Rp 121,46 miliar.
Baca Juga: Menteri Bahlil: Dari 118 Blok Migas Baru, 60% Sudah Masuk Tahap Tender
Selain ditopang oleh kontribusi lini bisnis utama, optimalisasi utilisasi aset properti eksisting turut mendukung capaian tersebut.
“Di samping itu, peningkatan EBITDA sekitar 9.3% YoY atau lebih dari Rp 36 miliar, juga mencerminkan perbaikan profitabilitas operasional di tengah pendapatan yang stabil,” terangnya.
Dari sisi ekspansi dan pengembangan portofolio aset secara konsisten, di tahun 2026 ini INPP menambah aset melalui peresmian 23 Semarang Shopping Center serta melanjutkan pengembangan Fase I kompleks komersial 88 Plaza di Balikpapan, dengan progres penjualan mencapai sekitar 50% hingga September 2026.
“Selain ekspansi, INPP juga mengoptimalkan portofolio yang telah dimiliki melalui revitalisasi aset guna meningkatkan daya saing dan kinerja properti. Ke depan, perusahaan akan terus menyelaraskan ekspansi, optimalisasi aset, dan penguatan diversifikasi lini bisnis untuk menjaga momentum pertumbuhan serta meningkatkan kontribusi pendapatan berulang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














