kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Menteri Bahlil: Dari 118 Blok Migas Baru, 60% Sudah Masuk Tahap Tender


Rabu, 28 Oktober 2026 / 17:28 WIB
Menteri Bahlil: Dari 118 Blok Migas Baru, 60% Sudah Masuk Tahap Tender
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Kontan/arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menawarkan pengembangan blok migas baru ke investor.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia membeberkan, blok migas baru yang disiapkan mulai dilirik oleh pelaku usaha lewat proses tender. Tender ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

"Terkait dengan persoalan blok-blok baru yang sekarang lagi dikembangkan oleh Dirjen Migas. Dari total 118 blok sudah ditenderkan 60%," ujarnya dalam acara FOREK Hulu Migas 2026, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Bahlil memproyeksikan, masuknya komitmen investasi skala besar dari sejumlah operator migas global untuk beberapa tahun mendatang yang telah berjalan saat ini.

"Kita tahu bahwa investasi di sektor hulu Migas setiap tahun semakin meningkat dan di tahun 2027 itu ada pengembangan di ENI total investasinya sekitar US$ 23 miliar. Kemudian di Inpex juga di Masela sekitar US$ 20 miliar, kemudian di beberapa blok-blok yang lain," terangnya.

Baca Juga: Lapor ke Prabowo, Bahlil: Stok BBM Cukup Hingga 12 Hari

Bahlil menuturkan, ekspansi proyek-proyek hulu migas ini punya peran penting bagi pencapaian target produksi nasional. Selain menjadi peluang peningkatan lifting migas, masuknya investasi jumbo tersebut juga diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian.

"Ini merupakan opportunity bagus untuk meningkatkan lifting, tapi di samping itu menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan pertumbuhan ekonomi, sudah begitu banyak yang dilibatkan lapangan pekerjaan masyarakat lokal, kontraktor lokal juga terlibat secara langsung," kata Bahlil.

Berdasarkan bahan paparan Bahlil, terdapat beberapa penemuan dan proyek hulu migas yang tengah berjalan saat ini. Antara lain, pertama, proyek JNE#6 dan Maha di Kalimantan Timur dengan potensi secara gabungan mencapai lebih dari 290 MMSCFD.

Adapun fasilitas Maha diresmikan pada 22 Oktober 2026, sementara JNE#6 sudah mulai berproduksi.

Kedua, proyek Abadi Masela di Maluku dengan nilai investasi US$ 20,9 miliar yang telah dilakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking pada Juli 2026. Blok Masela yang digarap oleh Inpex Masela Ltd. sedang tahap konstruksi.

Ketiga, proyek North Hub di Kalimantan Timur dengan potensi produksi gas sebesar 1.000 MMSCFD. Perkembangan proyek ini telah masuk Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026 dan fabrikasi Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) di Juli 2026.

Adapun proyek senilai US$ 11,8 miliiar tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV-2028.

Keempat, sumur Geliga di Kalimantan Timur dengan total potensi gas mencapai lebih dari 6 triliun kaki kubik (Tcf). Sumur ini baru saja diumumkan pada April 2026 di mana pengajuan Plan of Development dalam tahap proses dengan target onstream di tahun 2029.

Baca Juga: Bahlil Siap Tindaklanjuti Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sangihe

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×