Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Phapros Tbk (PEHA) kembali menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026. Pencapaian ini didukung oleh perolehan penjualan dan laba yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Merujuk laporan keuangan, PEHA tercatat membukukan penjualan neto sebesar Rp 482,84 miliar per semester I-2026. Angka ini meningkat 5,37% dibandingkan Rp 458,22 miliar pada semester I-2025.
Laba bersih pada periode Januari-Juni 2026 juga naik signifikan 511,01% menjadi Rp 14,97 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,45 miliar.
Baca Juga: DSI Bakal Jadi Offtaker Ekspor, Ada Risiko Finansial hingga Rp 901,5 Triliun
Direktur Utama Phapros Intan Abdams Katoppo menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja Phapros pada paruh pertama 2026 ditopang oleh kenaikan penjualan, perbaikan margin laba kotor akibat perbaikan portfolio produk dan efisiensi operasional proses produksi di pabrik.
Menurutnya, kinerja cemerlang ini dicapai melalui strategi yang dijalankan perusahaan, yaitu penguatan finansial yang sehat dan berkelanjutan seperti pengendalian biaya yang lebih terukur, strategi peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.
“Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari dua digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Lonjakan laba bersih pada periode tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 5,37% menjadi Rp482,85 miliar pada semester I-2026. Kenaikan penjualan ini ditopang oleh peningkatan produk-produk bermargin tinggi.
Selain itu, Phapros juga mampu melakukan efisiensi dengan menurunkan harga pokok penjualan (HPP) atau cost of goods sold (COGS) pada Januari -Juni 2026, dimana cost ratio HPP terhadap penjualan di Juni 2026 hanya sebesar 49% sedangkan di periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 52% (efisiensi cost ratio mencapai 3%).
Baca Juga: Telkom (TLKM) Perkuat Bisnis B2B ICT, Bidik Pasar Asia Pasifik
Phapros juga berhasil memperkuat posisi arus kas dengan baik. Kas dan setara kas perusahaan per 30 Juni 2026 sebesar Rp162,47 miliar, naik 215,6% dibandingkan dengan per 30 Juni 2025 sebesar Rp51,49 miliar.
Aset Phapros per 30 Juni 2026 naik 4,66% menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025 (31 Desember 2025) sebesar Rp1,39 triliun.
Ia melanjutkan, Phapros terus memperkuat strategi pertumbuhan melalui pengembangan portofolio produk. Saat ini, PEHA tengah mempersiapkan produksi inovasi produk baru dalam bentuk serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang ditujukan secara spesifik untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental (gigi).
Produk tersebut saat ini dalam tahap persiapan produksi dan segera memasuki tahap komersialisasi dan ditargetkan rilis pada kuartal IV 2026.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah Phapros dalam memperluas pilihan produk bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi perseroan.
“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan,” ujar Intan.
Selain bisnis dalam negeri, Phapros juga telah menginisiasi bisnis ekspor sejak 2014, saat ini Phapros telah melakukan ekspor ke beberapa Negara antara lain Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Kena Putusan Arbitrase Rp 2,2 Triliun, Begini Langkah yang Diambil
Produk andalan ekspor yang telah berjalan hampir lebih dari satu dekade ini antara lain produk analgesik, produk anti TB, produk multivitamin, produk anti mabuk perjalanan, dan produk antibiotik.
Di sepanjang kuartal III dan IV tahun ini, PEHA juga berencana untuk melakukan pengiriman produk ekspor ke beberapa negara antara lain Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja, dengan nilai target penjualan ekspor ini mencapai Rp 5 Miliar.
“Ke depannya perusahaan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














