kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Lagi-lagi, nelayan keluhkan derasnya suplai ikan impor


Selasa, 13 Desember 2011 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. OJK menetapkan restrukturisasi pinjaman P2P lending yang terdampak Covid-19 maksimal Rp 2 miliar per peminjam.


Reporter: Handoyo | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat proses impor produk perikanan baik produk hidup maupun olahan hingga ke tingkat distribusi akan terus dikawal oleh para nelayan.

Sebab, menurut Rawa Susanto, salah seorang nelayan asal Cirebon, jika impor ikan yang umumnya berasal dari India masuk, harga ikan lokal menjadi kalah bersaing. "Harga ikan impor jauh lebih murah dari tangkapan nelayan lokal," ujarnya, hari ini (13/12).

Saat ini kata Jani Susilo, nelayan asal Cirebon lainnya, impor ikan masih terus masuk. Jenis ikan impor yang masuk ke Cirebon adalah ikan kembung. Padahal ikan kembung tersedia banyak di perairan Cirebon, selain tongkol dan rajungan.

Dengan masuknya ikan impor, mau tak mau nelayan harus menurunkan harga jual ikannya. Ia mencontohkan, harga ikan kembung mengalami menurun 20% dibandingkan dua bulan lalu. Jika dua bulan lalu, ikan kembung hasil tangkapan nelayan mampu dijual dengan harga Rp 15.000 per kilogram (kg) kini menjadi Rp 12.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×