Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah operator jalan tol mencatatkan kenaikan volume lalu lintas (lalin) kendaraan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Namun secara nasional, lonjakan trafik tersebut dinilai masih dalam batas normal dan belum berdampak signifikan terhadap kinerja tahunan industri jalan tol.
PT Hutama Karya (HK) mencatat total kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama Nataru 2025/2026 mencapai 2.491.021 kendaraan. Angka ini naik 43,32% dibandingkan trafik normal dan meningkat 7,63% dibandingkan periode Nataru 2024/2025.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary HK, Mardiansyah, mengatakan puncak arus mudik terjadi pada 21 Desember 2025 dengan total 140.419 kendaraan atau naik 38% dari kondisi normal. Sementara puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 154.420 kendaraan, melonjak 78,33% dibandingkan trafik normal.
“Kami memantau pergerakan kendaraan setiap hari dan menyiapkan langkah antisipasi di lapangan agar arus tetap terkendali, terutama saat puncak mudik dan balik,” ujar Mardiansyah kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Ekspor Batubara 2026 Moderat, Pengusaha Masih Tunggu Keputusan Pemotongan Produksi
Berdasarkan evaluasi perseroan, ruas Tol Kuala Tanjung–Sinaksak yang dikelola anak usaha HK, Hutama Marga Waskita, menjadi ruas dengan trafik tertinggi mencapai 599.514 kendaraan. Tingginya volume kendaraan di ruas ini dipengaruhi posisinya sebagai koridor vital yang menghubungkan pergerakan masyarakat dan aktivitas wisata selama periode Nataru.
Sementara itu, peningkatan persentase tertinggi dibandingkan trafik normal terjadi di Tol Sigli–Banda Aceh yang mencapai 87,50%, didorong oleh penambahan ruas fungsional Seksi Padang Tiji–Seulimeum yang memperkuat konektivitas di wilayah Aceh.
“Dari data tersebut, kami tidak hanya melihat besaran trafik, tetapi juga memetakan titik dan waktu yang paling membutuhkan penguatan layanan,” tambah Mardiansyah.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, HK juga memberlakukan potongan tarif pada arus Natal 22–24 Desember 2025 dan arus Tahun Baru 31 Desember 2025–1 Januari 2026 di sejumlah ruas Tol Trans Sumatra.
Selain itu, HK mengoperasikan ruas tol fungsional, di antaranya Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 dengan total trafik 37.138 kendaraan hingga 4 Januari 2026 serta Tol Palembang–Betung Seksi 2 dengan trafik 45.358 kendaraan.
Di sisi lain, Astra Infra mencatatkan sekitar 5,1 juta kendaraan melintasi ruas tol yang dikelola perseroan selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 5 juta kendaraan.
Head of Corporate Communications Astra Infra, Deddy Pradityo Opficon, mengatakan ruas Tol Jombang–Mojokerto mencatatkan kenaikan volume lalu lintas tertinggi sebesar 6,7% secara tahunan (year on year/YoY).
“Periode Nataru maupun Lebaran merupakan salah satu periode festive dengan kecenderungan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan periode normal,” ucap Deddy.
Baca Juga: Blok Rokan Kembali Jadi Penopang Produksi Minyak Nasional
Adapun sekitar 2,8 juta kendaraan tercatat melintasi ruas Tol Tangerang–Merak, sekitar 1,5 juta kendaraan di ruas Tol Cikopo–Palimanan, serta sekitar 700 ribu kendaraan di ruas Tol Jombang–Mojokerto.
Sementara itu, PT Waskita Toll Road (WTR) mencatat total volume lalu lintas selama periode Nataru 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 1.680.626 kendaraan atau meningkat 7,3% dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan WTR, Buyung I. Lukman, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut turut dipengaruhi oleh kebijakan diskon tarif jalan tol yang diterapkan perseroan di sejumlah ruas strategis.
“Selain tingginya mobilitas masyarakat, kebijakan diskon tarif jalan tol yang kami terapkan selama periode Nataru juga menjadi salah satu upaya Perseroan dalam mendukung kelancaran perjalanan,” tutur Buyung.
Di tingkat industri, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menilai kinerja lalu lintas jalan tol selama Nataru 2025/2026 secara nasional tidak menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade Sudiyono, mengatakan peningkatan trafik yang terlihat lebih banyak jika dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata, sesuatu yang lazim terjadi pada setiap periode libur panjang.
“Namun demikian, secara umum peningkatan ini masih dapat dilayani dengan kapasitas lajur dan layanan jalan tol yang ada saat ini,” kata Kris.
Baca Juga: Asaki Ungkap Utilisasi & Volume Produksi Keramik pada 2025 dan Proyeksi untuk 2026
Dari sisi kontribusi pendapatan, Kris menilai periode Nataru belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan tahunan industri jalan tol karena sifatnya yang musiman dan berulang setiap tahun.
Terkait pola perjalanan, Kris menyebut mobilitas masyarakat masih didominasi pergerakan dari pusat-pusat aglomerasi menuju daerah, dengan peningkatan lalu lintas di kawasan destinasi wisata.
Adapun mengenai dampak lonjakan trafik terhadap profitabilitas, ATI belum memiliki data rinci. “Prioritas kami di setiap event festival lebih diarahkan pada kesiapan infrastruktur, kelancaran layanan, dan keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Ke depan, ATI bersama para pemangku kepentingan tengah melakukan evaluasi pelaksanaan Nataru sebagai bekal persiapan pengelolaan arus mudik Lebaran 2026.
Selanjutnya: China Borong 600.000 Ton Kedelai AS, Total Pembelian Mendekati 10 Juta Ton
Menarik Dibaca: 8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












