Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - BOGOR. Kinerja industri pengolahan nasional mulai menunjukkan penguatan. Pada kuartal III 2026, sektor industri pengolahan tumbuh 5,87% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,47%.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, capaian tersebut menjadi momentum penting bagi sektor industri pengolahan setelah dalam 14 tahun terakhir pertumbuhannya cenderung berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.
"Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, pertumbuhan sektor industri crossing dengan pertumbuhan ekonomi, kita di atas. Biasanya, selama 14 tahun itu berhimpit tapi kita cenderung ada di bawah pertumbuhan ekonomi," ujar Sarmuji di Sentul, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Industri Mamin Diproyeksi Tumbuh di Atas 6% pada Tahun Ini
Selain pertumbuhan, kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga meningkat. Pada kuartal III 2026, kontribusi industri pengolahan mencapai 19,22%, naik dari posisi sebelumnya sebesar 19,07%.
Sarmuji menyebut, nilai kontribusi industri pengolahan tersebut mencapai sekitar Rp1.168,9 triliun.
Jika dirinci berdasarkan subsektor, industri furnitur mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,68%. Selanjutnya, industri logam dasar tumbuh 9,94%, sedangkan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 9,75%.
Kemudian, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 7,09%. Sementara industri tekstil dan pakaian jadi mencatat pertumbuhan sebesar 6,22%.
Di sisi lain, tidak seluruh subsektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan positif. Industri karet, barang dari karet dan plastik masih mengalami kontraksi sebesar 7,96%.
"Jadi secara kinerja faktualnya sudah sangat baik," kata Sarmuji.
Baca Juga: RI Punya Harta Karun Logam Tanah Jarang, Tapi Ada Kendala Besar untuk Mengolahnya
Sebagai perbandingan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tumbuh 5,47% yoy. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan kuartal II 2026 yang sebesar 5,29%.
Realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 juga berada di atas konsensus Bloomberg yang sebelumnya memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 5,2% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
