kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.083   44,00   0,26%
  • IDX 7.268   -11,18   -0,15%
  • KOMPAS100 1.005   -1,86   -0,18%
  • LQ45 732   -1,28   -0,18%
  • ISSI 262   1,38   0,53%
  • IDX30 393   -5,31   -1,33%
  • IDXHIDIV20 480   -6,69   -1,37%
  • IDX80 113   -0,14   -0,13%
  • IDXV30 133   -1,33   -0,99%
  • IDXQ30 127   -1,82   -1,41%

Langkah optimistis industri otomotif kerek penjualan truk kelas berat


Selasa, 11 Februari 2020 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Bisnis truk heavy duty masih bergantung pada harga komoditas


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Anna Suci Perwitasari

Capaian penjualan truk di tahun kemarin mengalami penurunan sekitar 17% year on year. Pasar yang melemah juga dialami APM truk, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) yang volume penjualan kendaraannya hanya 31.000 unit, padahal di tahun sebelumnya Hino mencetak angka penjualan di level 40.000 unit.

Tantangan yang dihadapi cukup berat, namun tak menghentikan Hino untuk membidik angka penjualan kisaran 36.000 unit di tahun ini. Menurut Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI walau harga batubara lesu, namun hal tersebut tak mempengaruhi aktivitas di pertambangan.

Baca Juga: Kendaraan Hino sudah siap gunakan bahan bakar B30

"Walau demikian produksi mereka tak mungkin langsung mati dan masih ada tempat bagi demand truk," sebut Santiko kepada Kontan.co.id, Selasa (11/2). Selain pertambangan, sektor komoditas perkebunan seperti sawit ditengarai bakal naik daun di tahun ini.

Hal ini bisa menjadi peluang bagi permintaan truk, baik dari light, medium hingga heavy duty. "Harga CPO membaik tentu jadi kesempata, cuma diharapkan dapat berbarengan dengan kenaikan suplai dan demandnya yang nantinya akan terasa bagi kebutuhan sarana pengangkutan," terang Santiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×