kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Libur Sekolah 2026, PHRI: Okupansi Hotel Naik hingga 30% dari Periode Normal


Rabu, 08 Juli 2026 / 19:13 WIB
Libur Sekolah 2026, PHRI: Okupansi Hotel Naik hingga 30% dari Periode Normal
ILUSTRASI. Samali Hotels & Resorts, bisnis hotel PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) (Dok/MABA)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencermati terdapat pertumbuhan okupansi hotel sebanyak 20% hingga 30% pada periode libur sekolah 2026 dibandingkan hari biasa atau periode normal.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan bahwa libur sekolah tahun ini diperkirakan mendongkrak pendapatan dan okupansi lebih baik dari tahun lalu bagi industri perhotelan.

"Kenapa saya katakan lebih baik, karena memang kalau kita perhatikan, impact-nya ke beberapa daerah tujuan wisata seperti di Bali, beberapa daerah di Pulau Jawa dan Sumatra, rata-rata tingkat okupansinya sekitar 70% hingga 80%. Bahkan ada yang bisa dapat di atas 80%," jelasnya saat dihubungi Kontan, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Momentum Libur Sekolah Jadi Angin Segar Industri Perhotelan di Destinasi Wisata

PHRI mencermati beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan okupansi, meskipun daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Di antaranya, pelemahan kurs rupiah yang membuat sebagian masyarakat menahan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Kami melihatnya, adanya pengaruh kurs rupiah yang tertekan dengan mata uang asing, membuat banyak orang lebih memilih berwisata di Indonesia saja. Jadi, pergerakan pada periode libur sekolah kali ini banyak terjadi antar lintas provinsi saja," terang Maulana.

Di sisi lain, harga tiket pesawat yang masih menjadi isu juga tak serta merta menurunkan minat masyarakat bepergian pada periode ini. Sebab, PHRI mencermati wisatawan domestik tetap melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang bisa dilalui jalur darat.

"Kalau di Pulau Jawa kan infrastrukturnya bagus, jadi pilihan transportasi daratnya banyak. Di Sumatra pun, dari Pulau Jawa ke Sumatra juga masih ada alternatif jalur darat," ungkap Maulana.

Menurutnya, pertumbuhan tingkat okupansi ke level 70%-80% ini cukup signifikan dibanding hari biasa yang mencapai 40%-50%.

Baca Juga: Memungut Cuan Libur Sekolah di Tengah Tekanan Daya Beli

Penurunan okupansi di periode biasa, kata Maulana, masih dipicu oleh efisiensi pemerintah yang mengakibatkan minimnya aktivitas pertemuan di hotel.

"Jadi kalau kondisi sekarang, kita tidak bisa memungkiri bahwa market terbesar dari hotel itu adalah korporasi khususnya dari pemerintah. Kontribusinya cukup besar terhadap revenue, bisa mencapai 60% sampai 80%," ujar Maulana.

Dia menambahkan, pelaku usaha perhotelan tentunya telah menerapkan strategi seperti penyediaan fasilitas/layanan tambahan untuk mendongkrak okupansi.

Namun, Maulana melihat pertumbuhan okupansi pada periode libur sekolah tahun ini lebih didorong daya tarik destinasi yang semakin diminati.

"Peningkatan lebih didorong oleh daya tarik destinasinya dulu. Itu yang terbesar. Karena hotel-hotel di perkotaan juga mengalami peningkatan okupansi, tidak hanya di hotel destinasi yang ada fasilitas tambahan seperti atraksi saja," ujarnya.

Baca Juga: Antam (ANTM) dan Bank Muamalat Kerja Sama Distribusi Logam Mulia

Lebih lanjut, Maulana bilang pasar korporasi dan pemerintah juga mulai melakukan pertemuan di hotel khususnya pada kuartal kedua dan ketiga ini.

Sehingga, di periode ini, pasar wisatawan libur sekolah berkontribusi pada penjualan kamar, sedangkan pasar korporasi dan pemerintah menyumbang pada penjualan makanan dan minuman (food & beverage) di ruang-ruang pertemuan. 

"Jadi, sudah pasti kami melakukan strategi karena kami berharap dapat memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Walaupun dari sisi revenue, tentu tetap berbeda jika dibanding tahun-tahun sebelumnya saat pemerintah belum melakukan efisiensi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×