kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Link Net (LINK) incar pertumbuhan pendapatan high-single digit pada 2021 dan 2022


Senin, 13 Desember 2021 / 16:19 WIB
Link Net (LINK) incar pertumbuhan pendapatan high-single digit pada 2021 dan 2022
ILUSTRASI. Link Net (LINK) mengincar pertumbuhan pendapatan high-single digit pada 2021 dan 2022.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Marlo menekankan, LINK pun akan terus menggelar ekspansi di tahun depan. LINK mengejar penambahan sekurang-kurangnya 200.000 home pass dan 55.000 net subscribers pada 2022. Dari sisi wilayah, ekspansi akan dilakukan antara lain di Sukabumi dan Purwokerto.

Sebagai informasi, saat ini LINK memiliki jaringan pelanggan di 23 kota, dengan 20 kota berada di Pulau Jawa dan 3 Kota lainnya berlokasi di Batam, Medan dan Bali.

"Ke depannya dalam jangka waktu 3 tahun-5 tahun, impian kami untuk bisa menjangkau 45 kota besar di Pulau Jawa. Sehingga mereka bisa menikmati layanan Link Net," ujar Marlo.

Alokasi belanja modal (capex)

Untuk memuluskan rencana ekspansi tersebut, LINK menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 3,07 triliun pada tahun 2022. Capex tersebut dialokasikan untuk keperluan ekspansi, melanjutkan program migrasi, serta keperluan upgrading dan maintenance.

Mengenai belanja modal di tahun depan, Johannes mengungkapkan bahwa sebagian besar capex akan bersumber dari kas internal. Namun LINK tidak menutup kemungkinan untuk mencari pendanaan dari lembaga keuangan di dalam negeri.

Sementara untuk tahun ini, LINK mengalokasikan capex sebesar Rp 3,1 triliun yang dipakai untuk menunjang proyek migrasi serta biaya menjalankan business as usual. Menurut Johannes, proyeksi serapan capex berkisar di level 95%-97% dari yang sudah dianggarkan.

Adapun khusus untuk program migrasi, anggaran yang dialokasikan LINK menyentuh Rp 2,5 triliun. "Itu sejak tahun 2020 lalu sampai dengan proyek migrasi selesai, yang diperkirakan di tahun depan," imbuh Johannes.

Di sisi lain, mengenai progres akuisisi saham PT Link Net Tbk (LINK) oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL), manajemen LINK tak banyak berkomentar. Marlo Budiman menyebut, pihaknya belum bisa menyampaikan informasi mengenai conditional sales purchase agreement (CSPA) dan progres lainnya dalam akuisisi tersebut.

Marlo bilang, LINK masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemegang saham, yakni PT First Media Tbk dan CVC Capital melalui Asia Link Dewa. "Kami di Link Net sebagai target company masih menunggu kabar dari pemegang saham kami," imbuhnya.

Baca Juga: CSPA dikabarkan diteken awal Desember, Lippo raup Rp 4 triliun dari penjualan LINK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×