kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Lion: Rute dibekukan karena load faktor


Kamis, 26 Februari 2015 / 20:52 WIB
Lion: Rute dibekukan karena load faktor
ILUSTRASI. Manfaat buah kelengkeng untuk kesehatan tubuh.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Maskapai berbiaya murah Lion Air baru saja mengalami pemangkasan 9 frekuensi dan pembekuan 1 rute penerbangannya. Meski jumlahnya cukup banyak tetapi rupanya perusahaan milik Rusdi Kirana itu masih menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang normal. Mereka pun mengakui sudah lama tidak mengoperasikan rute-rute tersebut.

“Kalau dibekukan sebenarnya peraturannya memang kalau 21 hari gak terbang harus daftar ulang,” ujar Andy Saladin, Manager Public Relation PT Lion Mentari Airline kepada KONTAN, Kamis (26/2).

Menurutnya alasan tidak dioperasikannya beberapa rute terserbut salah satunya disebabkan faktor tingkat keterisian pesawat atau load factor. Tanpa menyebut berapa rata-rata load factornya selama ini, kata Andy untuk rute yang akhirnya dibekukan atau dikurangi pencapaiannya memang kurang memuaskan. Kata dia, saat ini pihaknya kan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

“Kalau hasil kajian tim niaga mengenai load factor dan demand masih bagus kita akan ajukan kembali kok,” tegasnya.

Adapun frekuensi penerbangan yang dipangkas itu adalah rute Surabaya (Juanda)-Ambon, Ambon-Surabaya, Surabaya-Jakarta (Cengkareng), Makassar (Ujung pandang)-Jayapura, Jayapura-Ujung Pandang, Ujung Landang-Cengkareng, Lombok-Cengkareng, Cengkareng-Jambi, Jambi-Cengkareng. Sedangkan rute yang dicabut adalah rute Yogyakarta-Palangkaraya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×