Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis global pasokan chip memori akibat melonjaknya kebutuhan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menekan industri perangkat komputer di dalam negeri.
Produsen laptop dan PC nasional menghadapi lonjakan biaya produksi, yang berujung pada potensi kenaikan harga jual di pasar.
PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) menjadi salah satu perusahaan yang terdampak langsung. Sekretaris Perusahaan ZYRX, Evan Jordan, mengungkapkan bahwa sejak akhir 2025 hingga awal 2026, harga komponen memori melonjak tajam dan memberi tekanan signifikan pada struktur biaya perseroan.
Baca Juga: Krisis Chip Memori Tekan Industri Laptop, ASUS Pertimbangkan Penyesuaian Harga
Menurutnya, sepanjang Oktober 2025 hingga Januari 2026, harga RAM dan NAND naik drastis di kisaran 300% hingga 500%, tergantung kategori dan spesifikasi produk.
Lonjakan ini dipicu krisis pasokan chip memori global seiring meningkatnya permintaan teknologi berbasis AI.
“Krisis global pasokan chip memori akibat lonjakan permintaan teknologi berbasis AI telah memberikan tekanan signifikan terhadap biaya produksi perusahaan,” ujar Evan kepada KONTAN, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, RAM dan media penyimpanan merupakan komponen utama dalam laptop dan PC. Kontribusinya terhadap total biaya produksi bisa mencapai 20% hingga 40%. Dengan kenaikan harga komponen setinggi itu, penyesuaian harga jual produk pun sulit dihindari.
“Dampaknya, kenaikan harga jual laptop atau PC bisa mencapai sekitar 20% hingga 50%,” kata Evan.
Baca Juga: Harga Chip Memori Melonjak Hingga 500%, Zyrexindo (ZYRX) Sesuaikan Harga Produk
Penyesuaian harga tersebut mulai memengaruhi dinamika permintaan di pasar domestik. Evan menilai, segmen konsumen yang membeli perangkat untuk kebutuhan penggantian atau refresh cenderung menahan belanja.
Sebaliknya, permintaan untuk kebutuhan utama atau mendesak masih relatif bertahan.
Tekanan serupa juga dirasakan produsen global. Head of PR and Digital Marketing Asus Indonesia, Brama Setyadi, mengatakan bahwa kondisi rantai pasok global saat ini berdampak hampir ke seluruh produsen laptop dunia, termasuk Asus.
Meski besaran kenaikan biaya berbeda-beda tergantung model dan spesifikasi, Brama mengakui tekanan terhadap struktur biaya produksi cukup signifikan.
“Secara agregat dampaknya cukup terasa pada struktur biaya produksi kami,” ujarnya.
Baca Juga: Bahan Baku Makin Langka, Samsung Naikkan Harga Chip Memori Hingga 60%
Menghadapi situasi ini, Asus tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan kualitas produk. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penyesuaian harga jual, meski besarannya masih dalam tahap pembahasan sambil memantau perkembangan pasar.
Di sisi lain, Asus menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait dampak jangka panjang penyesuaian harga terhadap permintaan pasar domestik, mengingat kondisi pasar masih dinamis.
Selanjutnya: Khamenei Sembunyi di Bunker: Iran Siaga Penuh Hadapi AS?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Asus Indonesia
- PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk
- kelangkaan chip
- ram
- Chip Memori
- AI
- Teknologi Kecerdasan Buatan
- Evan Jordan
- Krisis chip memori
- Harga laptop naik
- biaya produksi laptop
- Dampak AI pada industri komputer
- Harga PC mahal
- Zyrex ZYRX
- Inflasi teknologi
- Pasokan komponen laptop
- RAM dan NAND
- Prediksi harga laptop
- Tren pasar komputer
- Kenaikan harga elektronik












