Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya harga minyak global mulai memberikan dampak beragam terhadap sejumlah sektor industri. Di satu sisi, kenaikan ini menekan industri yang bergantung pada bahan bakar minyak (BBM). Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Permintaan kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, tercatat mengalami peningkatan signifikan seiring kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga BBM. Perubahan preferensi konsumen ini mendorong pelaku industri untuk lebih agresif dalam menargetkan penjualan.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) pun merespons tren tersebut dengan merevisi target penjualan tahun 2026. Sebelumnya, Aismoli menetapkan target pertumbuhan moderat sebesar 10% atau sekitar 71.000 unit untuk pemesanan motor dan sepeda listrik.
"Kita juga kemarin akhirnya juga merevisi target yang sebelumnya kita dengan moderat itu tanpa ada kondisi yang sekarang ini kita 10% dari kenaikan di tahun yang lalu," ujar Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Apindo: Permintaan Mulai Melemah, Dunia Usaha Tahan Ekspansi dan Rekrutmen
Namun, dengan lonjakan harga minyak global yang masih berlangsung, Aismoli kini lebih optimistis. Target pertumbuhan penjualan direvisi naik menjadi kisaran 20% hingga 30%.
"Ya mungkin minimal kita bisa meningkat antara 20%-30% jadi mungkin bisa sampai 100.000 lah (unit)," kata Budi.
Kenaikan target ini mencerminkan ekspektasi industri terhadap lonjakan permintaan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Baca Juga: Potensi Kenaikan Harga BBM Bayangi Ojol, Begini Strategi Maxim
Selain itu, Aismoli juga mengingatkan para pelaku industri untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan permintaan yang lebih besar, terutama jika pemerintah terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik nasional.
"Tapi dengan kondisi sekarang memang kita juga akhirnya melakukan revisi buat target kita mungkin lebih besar dari itu terutama adalah kalau memang pemerintah punya target tahun sekian sekian ribu kendaraan atau per tahun sekian ribu kendaraan ya kita harus menyiapkan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













