kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lonjakan tarif tol Jakarta-Cikampek diklaim tak membebani angkutan umum


Rabu, 18 November 2020 / 08:49 WIB
Lonjakan tarif tol Jakarta-Cikampek diklaim tak membebani angkutan umum
ILUSTRASI. Pemberlakuan tarif baru Jalan Tol Jakarta- Cikampek (Japek) tidak akan membebani angkutan umum dan logistik. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberlakuan tarif baru Jalan Tol Jakarta- Cikampek (Japek) tidak akan membebani angkutan umum dan logistik. Hal itu ditegaskan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Pasalnya, tarif integrasi dengan Jalan Tol Japek II Elevated ini sudah dipertimbangkan melalui beberapa kajian dan studi, sebagaimana dikatakan Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru. 

Hanya saja untuk kendaraan golongan 1 atau mobil pribadi jadi lebih mahal Rp 5.000 dari sebelumnya pada jarak terjauh atau menjadi Rp 20.000.

"Soal penyesuaian atau kenaikan tarif akibat integrasi itu, kami sudah sangat mempertimbangkan angkutan logistik," kata Heru dalam diskusi virtual, Selasa (17/11/2020). 

Baca Juga: Hati-hati macet! Sebagian lajur Tol Jagorawi ditutup sementara, ini rinciannya

Lebih jauh, Heru menuturkan bahwa kendaraan logistik umumnya saat berada di jalan tol tidak menempuh jalur yang pendek. Biasanya kendaraan tersebut berangkat dari Jakarta dan berhenti di Gerbang Tol Karawang atau bahkan berlanjut menempuh perjalanan jauh hingga Tol Trans-Jawa bagian tengah dan timur. 

Karenanya, kenaikan tarif jalan tol tersebut akan mahal jika jarak tempuhnya tidak terlalu jauh atau masih di ibu kota. Sementara, jika menempuh jarak yang panjang maka hitungannya terbilang murah. 

Baca Juga: Proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen bakal terdiri dari enam seksi, ini rinciannya

"Nah makanya paling hanya ukuran Rp 300 per kilometer harganya kalau menemuh jarak jauh," kata Heru.

Adapun alasan untuk memberlakukan sistem integrasi ini, untuk efisiensi dan meminimalisasi titik transaksi dengan hanya membayar satu kali. 

Sehingga, arus lalu lintas tidak banyak terhambat. Sistem pentarifan ini terbagi dalam empat wilayah yakni Jakarta IC-Pondok Gede Wilayah 1), Jakarta IC-Cikarang Barat (Wilayah 2), Jakarta IC-Karawang Barat (Wilayah 3), serta Jakarta IC-Cikampek.

Baca Juga: Ingat, mulai Senin (16/11) besok ada perbaikan jalan di tol Jakarta-Cikampek

Berikut ini rincian tarif terintegrasi antara Tol Japek dan Tol Layang Japek II (Elevated) dari jarak terjauh: 

Golongan I: Rp 20.000 semula Rp 15.000 

Golongan II: Rp 30.000 semula Rp 22.500 

Golongan III: Rp 30.000 semula Rp 22.500 

Golongan IV: 40.000 semula Rp 30.000 

Golongan V: Rp 40.000 semula Rp 30.000

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lonjakan Tarif Tol Jakarta-Cikampek Diklaim Tanpa Beban"
Penulis : Ruly Kurniawan
Editor : Agung Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×