kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Luhut Panjaitan dorong ekspor udang vaname meningkat 250% hingga 2024


Rabu, 08 April 2020 / 12:19 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah petani mensortir udang saat panen di lahan tambak Perhutanan Sosial, di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/1/2019).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Ia pun menilai, kepastian usaha dari budidaya udang vaname relatif sukses, asalkan masyarakat petambak juga dapat memperhatikan limbah yang dihasilkan dari tambak.

Edhy menerangkan, pengelolaaan limbah tambak yang tidak baik akan berdampak pada hasil produksi udang serta daya dukung lingkungan. Karenanya perlu ada pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga: KKP usulkan opsi serap produksi nelayan akibat Covid-19

Di sisi lain Kementerian PUPR mengatakan akan memberikan dukungan berupa revitalisasi tambak garam dan tambak ikan/udang adalah dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan tata air tambak yakni pembangunan saluran dan bangunan pengambilan/pembawa/pencampuran air laut dan air tawar, serta jalan inspeksi.

Kementerian PUPR menargetkan, di 2020-2024 pembangunan jaringan tata air tambak sebesar  48,2 ribu hektare atau Rp 2,3 triliun,  dan rehabilitasi jaringan tata air tambak sebesar 82,9 ribu hektare atau sekitar Rp 1,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×