Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Majalah SAWIT INDONESIA menyerahkan penghargaan kepada 110 Tokoh Sawit Indonesia yang berdedikasi dan berperan bagi kemajuan industri sawit. Penghargaan 110 Tokoh Sawit Indonesia merupakan ajang pertama kalinya yang diadakan di Indonesia.
"Penghargaan 110 Tokoh Sawit Indonesia ini rangkaian kegiatan untuk menyambut perjalanan 110 Tahun Kelapa Sawit di Indonesia. Tujuan kami mengapresiasi kontribusi dan dedikasi para tokoh yang selama ini mendukung keberlangsungan industri sawit, " ujar Qayuum Amri, Ketua Pelaksana Kegiatan 110 Tokoh Sawit Indonesia yang diadakan Majalah Sawit Indonesia dalam acara penyerahan yang berlangsung virtual, Rabu (24 November 2021).
Mengutip siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (25/11), pada tahun ini, ada 10 bidang penghargaan yang diberikan kepada 110 Tokoh Sawit Indonesia antara lain Kebijakan/Regulasi, Ekonomi/Bisnis, Energi Baru Terbarukan, Riset/Inovasi/Agronomi, Sosial/Kemitraan/Lingkungan, Kampanye dan Promosi Sawit, Koperasi/Petani, SDM/Pendidikan, Pembangunan Daerah, dan Tokoh Muda/Inovator.
Qayuum menjelaskan penghargaan ini mempertimbangkan tiga kriteria yang menjadi referensi pemilihan 110 Tokoh Sawit Indonesia. Pertama, mempunyai rekam jejak ide, gagasan, peranan, dan kontribusinya terhadap sektor perkelapasawitan sesuai bidangnya.
Baca Juga: Indonesia siap menghadapi sidang kedua gugatan diskriminasi sawit di WTO
Kedua, aktif dalam menyampaikan ide, inovasi, serta peranan melalui media massa, sosial media, dan forum diskusi.
"Aspek ketiga adalah pemilihan para tokoh ini merujuk hasil polling yang diadakan 31 Oktober sampai 15 November 2021. Polling ini diikuti 4.700 responden dari 22 provinsi di Indonesia," ujar Qayuum yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia.
Pemilihan 110 Tokoh Sawit Indonesia juga melibatkan Dewan Penilai eksternal yaitu Dr. Rusman Heriawan (Wakil Menteri Pertanian 2010-2014) dan Dr. Rio Christiawan (Dosen Universitas Prasetya Mulya).
Penerima penghargaan 110 Tokoh Sawit Indonesia dari jajaran pemerintah antara lain Joko Widodo (Presiden RI), Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian RI), Luhut Panjaitan (Menko Maritim dan Investasi), Erick Thohir (Menteri BUMN RI), Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan RI), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), Agus Gumiwang (Menteri Perindustrian RI), Arifin Tasrif (Menteri ESDM RI), dan Sofyan Djalil (Menteri ATR/BPN).
Di bidang ekonomi dan bisnis, penghargaan diberikan antara lain kepada Franky Oesman Widjaja (Chairman dan CEO Golden Agri-Resources LTD) Mohammad Abdul Ghani (Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara), Santosa (Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk).
Baca Juga: Indonesia siap menghadapi sidang kedua gugatan diskriminasi sawit di WTO
Adapun di bidang kampanye dan promosi sawit, penghargaan diberikan kepada Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI), Mahendra Siregar (Wakil Menteri Luar Negeri RI), Eddy Abdurrachman (Dirut BPDPKS).
Adapun kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Musdhalifah Machmud yang menjadi Keynote Speaker. Hadir pula narasumber Dr. Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI, Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI), dan Dr. Gulat ME Manurung (Ketua Umum DPP APKASINDO).
Musdhalifah Machmud menyambut baik proses pemilihan 110 Tokoh Sawit Indonesia yang diadakan Majalah Sawit Indonesia. Keberhasilan sawit seperti sekarang ini tidak terlepas dari dukungan pemangku kepentingan di dalamnya. Apalagi, kelapa sawit merupakan berkah bagi bangsa Indonesia karena tanaman ini dapat tumbuh di sepanjang garis khatulistiwa dengan dukungan curah hujan melimpah.
“Indonesia menguasai pangsa pasar 58% minyak sawit dunia. Selain itu, kelapa sawit telah berkontribusi 3,5 persen terhadap produk domestik bruto. Hal ini menjadikan kelapa sawit tulang punggung perekonomian nasional saat ini,” jelas Musdhalifah.
Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI, menuturkan bahwa perjalanan kelapa sawit selama 110 tahun lamanya sangat luar biasa. Perjalanan kelapa sawit ini dimulai dari kegiatan budidaya komersial sejak 1910 dan meluas di Sumatra.
Baca Juga: Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Mulai Mendaki
Hingga tahun 1980-an, luas pertanaman kelapa sawit Indonesia baru sekitar 200 ribuan hektare dan sebagian besar peninggalan kolonial Belanda.
Berkat program kredit (PBSN 1 & 2) dan pola PIR-Trans pengembangan sawit sangat pesat, hingga tahun 2009 mencapai luasan 7,2 juta hektare dan terus bertambah menjadi 16,38 juta hektare pada 2020.
Salah satu peraih penghargaan 110 Tokoh Sawit Indonesia adalah Abdul Ghani, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Namun demikian, perkembangan kelapa sawit ini tidak terlepas dari peranan besar para perintis.
“Kami harapkan industri perkebunan kelapa sawit dapat meningkat produktivitasnya. Tantangan inilah (produktivitas) yang perlu diperkuat lagi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News