kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Makin Malam, Makin Murah Harganya


Kamis, 29 Oktober 2009 / 07:32 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kegiatan belanja seolah tak mengenal kata tidur. Apalagi, di kota besar, aktivitas sebagian penduduknya memang baru usai menjelang tengah malam.

PT Carrefour Indonesia melihat kondisi ini sebagain peluang. Gerai hipermaket asal Prancis ini makin rajin menggelar program belanja tengah malam. "Kami lakukan strategi ini karena banyak orang baru sempat belanja setelah sebagian besar hipermarket tutup," kata Irawan Kadarman, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Carrefour Indonesia.

Apa yang dilakukan Carrefour ini sebenarnya bukan hal yang baru di bisnis ritel. Beberapa pusat perbelanjaan telah melakukan hal serupa, seperti program Midnight Sale-nya Senayan City dan beberapa pusat perbelanjaan di bawah pengelolaan grup Lippo.

Khusus untuk Carrefour, di bulan Oktober ini, mereka menggelar tiga kali pelaksanaan belanja tengah malam hingga pukul 24.00 di akhir pekan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program peringatan ulang tahu Carrefour Indonesia yang ke-11.

Menurut Irawan, hampir semua Carrefour di seluruh Indonesia turut serta dalam kegiatan ini, kecuali Carrefour Palembang. Sebab, pemilik gedung di sana menolak hal ini.

Agar makin menarik minat pengunjung, Carrefour juga memberikan potongan harga bagi pengunjung yang datang setelah jam buka biasa. Artinya, diskon baru diberikan antara pukul 10 malam hingga gerai tutup, yaitu pukul 24.00.

Mengenai produk yang dikorting, Irawan bilang, sangat bervariasi. "Tergantung kebijakan internal dan momen yang kami pilih," tandasnya.

Irawan menjelaskan, kebijakan diskon ini sama seperti yang biasa lakukan oleh Carrefour menjelang Lebaran dan Tahun Baru atau saat momen-momen khusus yang diperingati raksasa peritel asal Perancis ini.

Biasanya, Carrefour akan melakukan pemotongan harga untuk produk-produk yang terkait momen-momen tersebut. Contohnya diskon pakaian dan makanan saat Lebaran. "Tapi untuk program belanja tengah malam kali ini, kami masih membicarakan di internal kami apa saja produknya," imbuhnya.

Irawan bilang, perusahaannya memang biasa melakukan kebijakan buka tengah malam, paling tidak lima kali dalam setahun.

Pernyataan Irawan ini sekaligus membantah rumor bahwa kebijakan buka tengah malam Carrefour ini merupakan salah satu cara untuk menghabiskan stok barang, lantaran beberapa gerai Carrefour hendak digusur. "Kami sudah lakukan kegiatan semacam ini sejak lima tahun lalu kok," elaknya.

Bidik dua target

Sayangnya, Irawan enggan membeberkan berapa besar pendapatan yang diperoleh Carrefour lewat program tengah malam ini. "Kami, kan, bukan perusahaan terbuka, jadi tak bisa memberitahukan masalah ini. Untuk jumlah pengunjung, jika program diskonnya sesuai, pastinya jumlah pengunjung akan banyak," tandas Irawan.

Pakar pemasaran sekaligus Chairman Frontier Consulting Group Handi Irawan menduga, midnight sale yang digelar Carrefour bertujuan untuk membidik pasar yang lebih besar.

Ada dua segmen sekaligus yang mereka bidik yaitu pasar yang sensitif terhadap harga, dan orang yang cenderung berbelanja malam hari. "Belanja tengah malam ini dilakukan supaya tidak mengganggu konsumen yang biasa rutin belanja di siang hari," paparnya.

Menurut Handi, langkah ini bisa saja efektif menggenjot penjualan gerai-gerai Carrefour. Namun, hasilnya sangat tergantung pada seberapa banyak gimick yang bisa mereka berikan, baik itu berupa potongan harga maupun diskon bagi pemegang kartu tertentu. "Karena, orang yang rela berbelanja di tengah malam pasti ingin mendapat sesuatu yang lebih," kata Handi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×