kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Manufaktur Tertekan, Riset CSIS Ekonomi Global 2027 Justru Ditopang Sektor Teknologi


Rabu, 05 Agustus 2026 / 19:28 WIB
Manufaktur Tertekan, Riset CSIS Ekonomi Global 2027 Justru Ditopang Sektor Teknologi
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri manufaktur Indonesia masih akan menghadapi berbagai tekanan di tengah perubahan lanskap perdagangan global.

Meski ekonomi dunia diproyeksikan membaik pada 2027, pertumbuhan tersebut  lebih banyak ditopang sektor berbasis teknologi tinggi dibandingkan manufaktur, seperti sektor padat karya alas kaki (footwear) dan garmen & tesktil.

Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri mengatakan ekonomi global memang diperkirakan mulai pulih pada 2027. Namun, penguatan tersebut akan didorong oleh aktivitas di sektor teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pusat data (data center), dan semikonduktor.

Baca Juga: Pasar EV Kompak Bertumbuh, Ekonom Sarankan Sejumlah Strategi Ini ke Para Pemain

"Tetapi, kelihatannya apa yang mendukung dari pertumbuhan yang lebih solid di tahun 2027 adalah aktivitas yang terkait dengan high tech, terkait dengan teknologi ini, pengembangan AI misalnya, ataupun juga pengembangan data center, lalu juga pengembangan semi-conductor. Sementara, pertumbuhan dari sisi manufacture goods, permintaan untuk manufacture goods, itu cenderung malah menjadi perlambatan,” ungkap Yose, dalam acara ILF–IGT Manufacturing Forum 2026, pada Rabu (5/8) di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Perlambatan permintaan terhadap barang manufaktur dipengaruhi oleh meningkatnya biaya energi, kenaikan harga, hingga kecenderungan masyarakat menunda pembelian barang tahan lama (durable goods). Selain itu, Yose menilai pertumbuhan perdagangan global juga diperkirakan melambat meski ekonomi dunia tumbuh lebih baik. Sebab, aktivitas ekonomi semakin banyak ditopang sektor non-tangible dibandingkan perdagangan barang manufaktur maupun komoditas.

“Perdagangannya cenderung melambat. Karena itu tadi pertumbuhan ekonominya lebih banyak ditunjang oleh perdagangan yang sifatnya, ataupun juga aktivitas yang sifatnya non-tangible. Bukan barang-barang tangible. Bukan produk-produk yang kelihatan sebagai produk manufacture ataupun komoditas yang ada,” sebutnya.

Di sisi lain, meningkatnya kebijakan proteksionisme juga dinilai menambah ketidakpastian bagi sektor manufaktur. Seperti kebijakan Section 301 Amerika Serikat yang memperkuat proteksi perdagangan. 

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan dari  sektor manufaktur masih akan tertekan dengan berbagai tantangan yang dihadapi ke depannya.

Baca Juga: Freeport Dilaporkan Mengajukan Perpanjangan IUPK Selepas 2041

Selain itu, kondisi ini dipersulit oleh tantangan deindustrialisasi prematur. Di mana, tercermin dari kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang terus menurun ketika tingkat pendapatan per kapita masih relatif rendah. 

Tak hanya itu, struktur ekspor Indonesia juga dinilai belum sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi global yang semakin berbasis teknologi. CSIS mencatat, porsi ekspor berteknologi tinggi masih stagnan di kisaran 5%. Sedangkan ekspor masih didominasi oleh sektor primer dan manufaktur berbasis sumber daya alam.

Meski demikian, Indonesia disebut masih memiliki peluang untuk berkembang di tengah berbagai risiko yang harus diantisipasi, mulai dari kenaikan biaya produksi, meningkatnya persaingan, perubahan permintaan eksternal, hingga pelemahan daya beli domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×