kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

MAP Aktif Adiperkasa tatap positif persaingan industri mainan Indonesia


Jumat, 06 Desember 2019 / 15:07 WIB
MAP Aktif Adiperkasa tatap positif persaingan industri mainan Indonesia
ILUSTRASI. Gerai Sport Station milik PT MAP Aktif Adiperkasa.foto/KONTAN/Daniel Prabowo

Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri mainan tanah air masih cukup prospektif di tengah banyaknya jumlah penduduk usia muda atau anak-anak di Indonesia. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang memegang merek mainan Lego yakin bisa bersaing dalam industri tersebut.

Sekretaris Perusahaan MAPA Ratih Gianda mengatakan, persaingan di industri mainan di Indonesia semakin ketat seiring bertambahnya merek-merek mainan baru dengan berbagai keunikannya. Belum lagi, pertumbuhan gawai juga cukup pesat hingga mendominasi aktivitas sehari-hari anak-anak saat ini.

Meski demikian, pihak MAPA tetap optimistis lantaran merek Lego yang dimilikinya saat ini merupakan merek mainan internasional. Lego pun sudah sangat dikenal dan digemari anak-anak atau orang dewasa di seluruh dunia.

Baca Juga: Map Aktif Adiperkasa (MAPA) raih pendapatan Rp 3,5 triliun di semester I-2019

Di samping itu, Lego juga sangat mengedepankan faktor keamanan dalam setiap produknya dan selalu berinovasi menghasilkan produk varian. “Kami ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak di Indonesia agar menjadi lebih kreatif dan punya imajinasi yang positif melalui mainan edukasi Lego,” ungkap Ratih, Jumat (6/12).

Ia menambahkan, potensi bisnis melalui produk-produk mainan Lego cukup besar. Memang, Lego baru menjadi merek eksklusif bagi MAPA pada awal tahun ini sehingga kontribusi pendapatannya masih terbilang minim.

“Tapi Lego menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan untuk melengkapi brand portofolio kami,” imbuh dia.

Baca Juga: MAPA Gencar Membuka Gerai Daring dan Luring

Permintaan terhadap produk mainan Lego terus meningkat. Saat ini, produk mainan Lego yang difavoritkan oleh banyak konsumen adalah Lego City. Mainan ini sangat disukai oleh anak laki-laki yang sedang aktif mengeksplorasi kreativitasnya.

Adapun sampai saat ini, pangsa pasar terbesar penjualan produk Lego masih didominasi area Jabodetabek yakni sekitar 70%. Ratih bilang, pihaknya terus membuka peluang untuk perluasan pangsa pasar secara jangka panjang. “Perluasan pasar akan mengikuti strategi keseluruhan dari MAPA,” tuturnya.




TERBARU

Close [X]
×