kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Masyarakat keluhkan tagihan listrik naik, PLN: Murni karena konsumsi meningkat


Rabu, 06 Mei 2020 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. PLN memastikan tagihan listrik naik bukan disebabkan adanya kenaikan tarif listrik kepada pelanggan.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

Lebih lanjut, PLN juga membantah telah menerapkan subsidi silang dari pelanggan rumah tangga mampu kepada pelanggan rumah tangga rentan miskin. Menurut Made, hal tersebut sangat tidak mendasar. Kembali lagi, kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sejumlah pelanggan lebih disebabkan konsumsi yang meningkat.

Tak hanya itu, PLN juga menepis adanya dugaan permainan meteran listrik pelanggan sehingga mempengaruhi nilai tagihan listrik. Made menyebut, PLN tak bisa mengintervensi meteran listrik para pelanggannya.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 melambat, begini tanggapan pengusaha

“Lagi pula orang PLN juga tidak berani mendatangi rumah warga karena ada protokol Covid-19. Jadi tidak benar ada yang mengutak-atik meteran listrik,” ungkap dia.

Di kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya M. Ikhsan Asaad mengingatkan agar masyarakat melakukan penghematan listrik. Terlebih, potensi kenaikan tagihan listrik cukup besar ketika kegiatan masyarakat mayoritas dilakukan di rumah.

“Kalau punya AC tapi tidak dipakai, lebih baik dimatikan saja. Hal ini untuk membantu kita sehingga tagihan listrik tidak terlalu mahal,” tandasnya.

Baca Juga: Ingat ya, pada Mei-Oktober pelanggan UKM ini enggak perlu bayar listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×