kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mau Kebut Produksi, Pemerintah Dorong Revisi PoD Blok Masela Segera Rampung


Minggu, 22 Oktober 2023 / 13:46 WIB
Mau Kebut Produksi, Pemerintah Dorong Revisi PoD Blok Masela Segera Rampung
ILUSTRASI. ESDM mendorong konsorsium Inpex, Pertamina dan Petronas segera selesaikan revisi rencana pengembangan (PoD) Blok Masela


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong konsorsium Inpex, Pertamina, dan Petronas segera menyelesaikan revisi rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) di Blok Masela.

Pembinaan Usaha Hulu Migas Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Noor Arifin Muhammad mengungkapkan, saat ini revisi PoD masih dalam proses akhir pembahasan antara Inpex, Pertamina, dan Petronas.

“Usulan revisi PoD sudah disubmit ke SKK Migas,” ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (22/10).

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengemukakan segera melakukan evaluasi PoD Lapangan Abadi Masela. Dia harap proses ini bisa segera diselesaikan supaya pengembangan bisa segera berjalan.

“Iya kami ingin cepat-cepat supaya (Blok Masela) produksi,” ujarnya di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (20/10).

Baca Juga: Pertamina dan Petronas Resmi Gantikan Shell di Blok Masela

Di tahun ini pula, pemerintah dikabarkan akan menyutujui revisi PoD Blok Masela.

“Makanya sekarang kita tim tuh kerja keras semua buat menyelesaikan apa-apa yg bisa diselesaikan, cepat, biar tidak melanggar aturan, jangan ditahan-tahan,” tegasnya.

Arifin yakin, nantinya hasil produksi Blok Masela akan banyak dipasok untuk kebutuhan domestik demi menjaga ketahanan energi di Indonesia pada era transisi energi.

Melansir catatan Kontan.co.id, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter.

Kontrak product sharing contract (PSC) Masela yang berlaku hingga 2055 berpotensi menghasilkan 9,5 juta metrik ton per tahun (MMTPA) liquified natural gas (LNG) dan 150 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) gas pipa. Selain itu Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan green field alias lapangan migas baru yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar. Mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), dan onshore LNG plant.

Baca Juga: KLHK: Eksplorasi Blok Warim Perlu Prosedur Khusus Sehingga Tak Bisa Langsung Digarap

Ini akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Pertamina Hulu Energi serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu, pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×