kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.750   54,96   0,97%
  • KOMPAS100 746   10,51   1,43%
  • LQ45 565   8,20   1,47%
  • ISSI 200   1,03   0,52%
  • IDX30 320   4,31   1,37%
  • IDXHIDIV20 393   4,41   1,13%
  • IDX80 85   1,07   1,28%
  • IDXV30 107   0,87   0,82%
  • IDXQ30 103   1,13   1,11%

Mega Perintis (ZONE) siapkan promosi menarik hadapi efek corona di Indonesia


Senin, 02 Maret 2020 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. PT Mega Perintis Tbk (ZONE). KONTAN/Baihaki/24/6/2019


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel fesyen dan produsen garmen PT Mega Perintis Tbk (ZONE) harus menghadapi sentimen negatif yang menekan bisnisnya di awal tahun ini.  Sebagaimana diketahui terdapat sejumlah faktor yang membayangi perekonomian, mulai dari pelemahan ekonomi global hingga virus korona di dalam negeri.

Direktur Utama Mega Perintis, FX Afat Adinata menjelaskan sejauh ini masih mengikuti perkembangan mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif corona. "Pastinya bila kasus corona merebak di Indonesia, industri fashion ritel kena dampaknya," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (2/3).

Baca Juga: Pabrik China stop produksi, Mega Perintis (ZONE) bakal penuhi bahan baku dari Bandung

Afat menyatakan tidak hanya ritel, bisa jadi semua bisnis pasti terdampak. Emiten berkode saham ZONE ini coba mengantisipasi dampak di segmen ritelnya dengan menawarkan promosi menarik di gerai offline dan online. "Harapannya konsumen akan tetap belanja," ungkapnya. 

Lebih jelasnya akan ada produk pilihan yang didiskon oleh ZONE. Sistem promosinya diungkapkan  Afat, beli 1 untuk 2 barang (pay 1 for 2) atau diskon lebih dari 50%. Adapun promosi ini berlaku diseluruh gerai milik Mega perintis, yakni ManZone, MOC, dan Minimal.

Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) Menyasar Pasar Jawa dan Sumatra

Merespon korona di Indonesia, Afat berharap pabrik ZONE yang berada di Pemalang, kemungkinan kecil bisa kena dampak. Jadi sementara masih optimistis tetap produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×