Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kerupuk Finna, PT Sekar Laut Tbk, resmi melepas ekspor perdana kerupuk udang ke Malaysia pada Kamis (28/8/2025).
Dalam tahap awal, perusahaan mengirimkan satu kontainer berukuran 40 kaki dengan nilai mencapai US$ 7.086 atau sekitar Rp 115 juta.
Presiden Direktur PT Sekar Laut, Welly Gunawan, menyampaikan bahwa capaian ini terwujud berkat dukungan banyak pihak, termasuk kerja sama dengan Kara Marketing Malaysia Sdn Bhd serta fasilitasi dari Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur.
“Saat ini produk Finna telah menembus pasar di 35 negara di enam benua. Kami juga berkomitmen untuk memberikan manfaat sosial, salah satunya melalui pemberdayaan tenaga kerja, di mana sekitar 60% karyawan kami adalah perempuan,” ujar Welly dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Industri Farmasi Genjot Inovasi Medis lewat Dukungan Riset Peneliti Muda
Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi peningkatan ekspor produk pangan olahan Indonesia, khususnya makanan ringan berbasis hasil laut.
“Ekspor kerupuk udang ini memperkuat posisi produk pangan olahan Indonesia di pasar ASEAN. Kami berharap capaian ini bisa menginspirasi pelaku usaha lain untuk lebih agresif menembus pasar global,” katanya.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Puntodewi menambahkan, kerja sama dengan Kara Marketing Malaysia dimulai sejak awal 2023.
Setelah melalui serangkaian persiapan dan pemenuhan standar ekspor, pengiriman perdana akhirnya terealisasi tahun ini.
Ke depan, PT Sekar Laut menargetkan ekspor hingga 38 kontainer dengan proyeksi nilai mencapai Rp 4,5 miliar hingga 2026.
Kara Marketing Malaysia juga berencana memperluas pemasaran produk-produk Finna lainnya di Malaysia.
Menurut data Kemendag, ekspor makanan olahan tepung, termasuk kerupuk udang, menunjukkan tren positif.
Pada Januari–Juni 2025, ekspor kategori ini mencapai US$ 65 juta atau tumbuh 21% dibanding periode sama tahun lalu.
Untuk kerupuk udang, Indonesia mencatat pangsa 1,36% ekspor dunia dan menempati peringkat ke-18.
Negara tujuan utama ekspor tahun 2024 antara lain Filipina, Malaysia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Belanda.
Baca Juga: Brigit Biofarmaka Teknologi (OBAT) Targetkan Kinerja Tumbuh 20% pada Tahun Ini
Selanjutnya: Net Sell Asing Terbesar di BBCA Saat IHSG Tumbang 1,13% Jadi 7,862 Hari Ini (29/8)
Menarik Dibaca: Biaya Rontgen Tulang dan MRI di Indonesia Tahun 2025, Mana Pilihan yang Lebih Hemat?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News