kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Mendag Sebut 90% Pasar Rakyat yang Terdampak Bencana Sumatra Telah Kembali Beroperasi


Kamis, 12 Februari 2026 / 19:19 WIB
Mendag Sebut 90% Pasar Rakyat yang Terdampak Bencana Sumatra Telah Kembali Beroperasi
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (KONTAN/chelsea anastasia) Mendag sebut sekitar 90% pasar rakyat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah kembali beroperasi.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan sebanyak 90% pasar rakyat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah kembali beroperasi.

"Dari total 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sebanyak 149 pasar rakyat atau sekitar 90% telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Provinsi Aceh,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Lebih lanjut, Kemendag juga disebut telah berkoordinasi dengan BUMN Pangan Perum Bulog dan ID Food, serta pelaku usaha, untuk memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di pasar-pasar Aceh dan Sumatra Utara.

Baca Juga: Okupansi Mal di Jakarta Mulai Stabil, Ditopang Tenant F&B dan Gaya Hidup

Selain pasar rakyat, Budi mengungkap pemulihan aktivitas perdagangan berlangsung pada sektor ritel modern, yaitu toko swalayan.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dari total 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara, sebanyak 259 gerai atau sekitar 95% kembali beroperasi normal.

“Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat pada akhir Februari 2026,” ujar Budi.

Dari sisi harga, Budi bilang perkembangan harga bapok relatif stabil pascabencana. Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Januari–Februari 2026 disebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan Desember 2025 seiring dengan aktivitas logistik yang telah kembali normal.

Baca Juga: FinDev Canada Investasikan US$30 Juta ke IIF, Perkuat Infrastruktur Rendah Karbon RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×