Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar ritel pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta masih menunjukkan kinerja yang stabil di 2025.
Kondisi ini ditandai dengan trafik pengunjung dan tingkat okupansi tenant yang angkanya terpantau cukup baik dan sehat, diiringi dengan kenaikan harga sewa secara bertahap.
Head of Research JLL Indonesia, James Taylor mengatakan, secara angka, pasar ritel mal Jakarta tergolong sangat konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Di mana, rata-rata tingkat okupansi berada di kisaran 80%.
Baca Juga: Menanti Hasil Tarik Ulur Pengembalian Izin Tambang Emas Martabe
“Untuk mal prime di lokasi inti, okupansinya bahkan sudah 95% ke atas,” ujar James, dalam Agenda Media Briefing, pada Kamis (12/2).
Dengan kondisi mal yang relatif penuh dan pertumbuhan harga sewa yang naik perlahan namun stabil, pasar ritel Jakarta terlihat “membosankan”. Namun, di balik stabilitas tersebut, aktivitas di dalam mal justru sangat dinamis.
Menurutnya, pengelola mal terus melakukan penyegaran tenant mix. Dengan demikian, kondisi seperti penutupan tenant, perubahan konsep store dan renovasi, hingga pembukaan gerai baru menjadi pemandangan yang lazim di sektor ini.
Selain itu, berbagai dekorasi dan event musiman seperti Natal, Imlek, hingga Ramadan terbukti mampu mendongkrak kunjungan dan penjualan.
Dari sisi kategori tenant, segmen makanan dan minuman (F&B) masih menjadi motor utama penggerak trafik mal.
Di sisi lain, kategori beauty dan fashion juga menjadi tiga besar yang paling aktif dalam satu tahun terakhir.
Head of Project & Asset Management JLL Indonesia, Naomi Patadungan mengungkapkan, tren gaya hidup turut memengaruhi permintaan ruang di mal. Saat ini pengelola mal banyak menerima permintaan ruang berukuran besar, termasuk dari kategori sportswear.
Baca Juga: Pasar Kantor Jakarta Pulih, Gedung Premium Jadi Buruan Perusahaan
Menurutnya, peningkatan permintaan sportwear tak lepas dari tren olahraga yang kian populer di masyarakat, seperti lari dan padel.
Tak hanya itu, masuknya merek-merek internasional baru juga turut meramaikan pasar. JLL Indonesia mencatat cukup banyak brand global yang berekspansi ke Jakarta, dengan sebagian di antaranya berasal dari China .
“Kami juga melihat adanya diversifikasi dari grup ritel yang membuka banyak merek baru. Contohnya, kemarin Matahari meluncurkan brand baru yang menyasar Gen Z. Jadi memang saat ini tren di sektor ritel terus berkembang, terutama dari sisi jenis tenant untuk meningkatkan traffic,” tambahnya.
Dari sisi kunjungan, trafik mal di Jakarta dinilai sudah kembali stabil. Bahkan, peningkatan trafik tidak hanya terjadi pada akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja.
Naomi menyebutkan, pengelola mal menargetkan trafik minimal sekitar 3.000 pengunjung per hari untuk menjaga performa penjualan tenant.
Selanjutnya: FinDev Canada Investasikan US$30 Juta ke IIF, Perkuat Infrastruktur Rendah Karbon RI
Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













