Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada, FinDev Canada, mengucurkan fasilitas pinjaman sebesar US$30 juta kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) guna mendukung pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan dalam ajang Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Foundation of Canada. Investasi ini sekaligus menandai langkah pertama FinDev Canada memasuki pasar Indonesia.
Baca Juga: Menanti Hasil Tarik Ulur Pengembalian Izin Tambang Emas Martabe
Pendanaan tersebut ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan proyek energi terbarukan dan infrastruktur rendah karbon, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur nasional dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Dukung Transisi Energi dan Target Iklim
Indonesia saat ini tengah menjalani transisi energi untuk menyeimbangkan pertumbuhan kebutuhan energi dengan komitmen iklim nasional.
Pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 31% pada 2050 serta net-zero emission pada 2060.
Dengan meningkatnya risiko iklim seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan air laut, kebutuhan investasi pada infrastruktur tangguh dan rendah karbon menjadi semakin mendesak.
Baca Juga: Pasar Kantor Jakarta Pulih, Gedung Premium Jadi Buruan Perusahaan
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak pada 2025 dan memperkuat agenda kemitraan bilateral Indonesia–Kanada dalam pembangunan berkelanjutan.
“Indonesia, sebagai pasar ekspor terbesar Kanada di kawasan ASEAN, merupakan peluang strategis bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan IIF, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Paulo Martelli, Vice President dan Chief Investment Officer FinDev Canada dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Presiden Direktur/CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, pembiayaan tersebut akan memperkuat kapasitas IIF dalam mendukung transisi energi nasional.
“Melalui kemitraan ini, kami dapat memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Strategi Privy Optimalkan Keamanan Digital, Dorong Budaya Verifikasi Dokumen di 2026
Rekam Jejak IIF
Selama 16 tahun beroperasi, IIF berperan sebagai katalis pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui pembiayaan dan layanan advisory.
Di sektor energi terbarukan, IIF telah mendukung kapasitas pembangkit sekitar 709,9 MW yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga dan berpotensi menurunkan sekitar 4,92 juta ton emisi CO₂ per tahun.
Selain itu, IIF turut memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat serta mendukung pembangunan fasilitas kesehatan dengan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit yang melayani ratusan ribu pasien setiap tahun.
Selanjutnya: Menteri KP Sebut Progres Pembangunan Kampung Nelayan Mencapai 50%
Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)