kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.084   45,00   0,26%
  • IDX 7.275   -3,94   -0,05%
  • KOMPAS100 1.006   -0,68   -0,07%
  • LQ45 733   -0,32   -0,04%
  • ISSI 262   1,43   0,55%
  • IDX30 394   -4,84   -1,21%
  • IDXHIDIV20 481   -6,53   -1,34%
  • IDX80 113   0,03   0,02%
  • IDXV30 133   -1,38   -1,02%
  • IDXQ30 127   -1,73   -1,34%

Garap Komoditas Rempah, ID Food Lepas Ekspor Perdana Bunga Pala ke India


Kamis, 09 April 2026 / 10:10 WIB
Garap Komoditas Rempah, ID Food Lepas Ekspor Perdana Bunga Pala ke India
ILUSTRASI. Buah Pala Papua (dok/Kaleka)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ID Food melepas ekspor perdana bunga pala (mace) ke India pada Rabu 8 April 2026. Hal ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperluas pasar global.

SEVP Bisnis dan PSO ID FOOD Yosdian Adi Pramono, menyatakan di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global, penguatan ekspor menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas sektor pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Komitmen tersebut diwujudkan ID FOOD melalui realisasi ekspor perdana komoditas bunga pala (mace) ke India yang dilepas hari ini di Tanjung Perak, Surabaya,” ungkap Yosdian, dalam siaran pers, Rabu (8/4). 

Baca Juga: Program Bedah Rumah Pemerintah Targetkan 400.000 Unit di Tahun 2026

Produk bunga pala tersebut dipasok oleh mitra lokal, yakni RHA Semesta Berjaya, dan dikirim kepada importir NS Impex di India. Komoditas ini akan dimanfaatkan di negara tujuan sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil. 

Dalam pengiriman tahap pertama ini, ID FOOD mengekspor sebanyak satu container dari kontrak 40 kontainer. Pengiriman ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan target pengiriman reguler sebanyak dua kontainer 20 feet setiap bulan.

“Selain itu, ID FOOD juga tengah menjajaki potensi ekspor komoditas lainnya ke pasar India, seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak yang memiliki peluang pasar yang cukup besar,” ujarnya.

Yosdian menambahkan, ID FOOD menargetkan akan kembali merealisasikan ekspor komoditas serupa pada bulan ini, seiring dengan upaya penguatan sourcing bahan baku, baik untuk bunga pala maupun komoditas potensial lainnya seperti pinang. 

Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Ia menjelaskan, hal ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam memperluas penetrasi pasar ekspor rempah Indonesia, khususnya bunga pala yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. 

Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu produsen utama pala dunia dengan kontribusi signifikan terhadap pasar global. Berdasarkan data BRIN, Indonesia menguasai sekitar 70%–75% produksi pala dunia dengan nilai ekspor mencapai US$ 185,32 juta.

Baca Juga: Polytron: Belum Ada Tawaran BGN Terkait Pengadaan Motor Listrik

Permintaan komoditas pala juga terus meningkat di pasar global, khususnya untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×