Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengambil peran strategis dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), terutama sebagai penyedia bibit sawit unggul dan sarana produksi penunjang perkebunan.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, di sela Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 di Palembang.
Kegiatan yang digelar Majalah Sawit Indonesia dan didukung BPDP pada 12–13 Februari 2026 itu ditujukan untuk mempercepat implementasi PSR sekaligus mendorong petani beralih ke benih unggul dan bersertifikat.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas dengan Penguatan Keamanan Digital
“Kami mendorong UMKM semakin berperan dalam PSR, misalnya sebagai penangkar bibit sawit, tentu sesuai regulasi,” ujar Helmi dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).
Ia menyebut sejumlah organisasi dan kelompok tani telah mulai memanfaatkan peluang tersebut, antara lain dari APKASINDO, petani di Riau melalui program Santripreneur, serta Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Meski demikian, status sertifikasi sebagian calon penangkar masih perlu dipastikan.
BPDP, kata Helmi, berperan sebagai pendukung dan fasilitator agar UMKM dapat masuk ke rantai pasok industri sawit rakyat, tidak hanya di hilir tetapi juga di hulu. Selain penangkaran bibit, BPDP juga mendorong UMKM mengembangkan produksi pupuk.
Selama ini dukungan BPDP banyak difokuskan pada penguatan hilir, seperti Rumah UMKM Perkebunan, partisipasi pameran, hingga fasilitasi pemasaran produk mitra.
“Tahun ini kami juga mendapat mandat mengembangkan kakao dan kelapa, meski sawit tetap menjadi komoditas utama,” ujarnya.
Baca Juga: Kementerian UMKM Digitalisasi dan Pendampingan Dorong UMKM Naik Kelas
Workshop diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari petani, koperasi, pemerintah daerah, dan pelaku industri. Kegiatan ini untuk pertama kalinya digelar di Sumatera Selatan, salah satu sentra sawit nasional dengan realisasi PSR tertinggi.
Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, mengatakan rangkaian acara diawali dengan kunjungan lapangan ke KUD Lempung Indah Sejahtera di Desa Lempuing Indah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kunjungan tersebut menampilkan praktik PSR yang telah berjalan sejak 2019.
“Dalam tiga tahun, produktivitas kebun meningkat hingga 19 ton per hektare per tahun, dari sebelumnya kurang dari 3 ton,” kata Qayuum.
Baca Juga: Gapki Sumut dan BPDP Dorong Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat di IPOS Forum 2025
Menurutnya, capaian itu menegaskan pentingnya penggunaan benih unggul dan perbaikan tata kelola kebun untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)