kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Menimbang Prospek Kinerja Industri Kaca pada 2026, Ini Sorotan dari Pelaku Usaha


Minggu, 11 Januari 2026 / 18:22 WIB
Menimbang Prospek Kinerja Industri Kaca pada 2026, Ini Sorotan dari Pelaku Usaha
ILUSTRASI. Industri pengguna gas bumi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Utilisasi industri kaca diprediksi cuma 60% tahun ini. Cari tahu bagaimana mahalnya harga gas di luar kuota HGBT memangkas potensi untung produsen.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Henry bilang, peningkatan pesanan untuk memenuhi kebutuhan peak season tersebut sudah terasa dalam beberapa bulan terakhir. Level pertumbuhan bervariasi tergantung segmen produk, dengan rentang kenaikan hingga 20%.

Kendala Industri Kaca

Asumsi kinerja industri kaca tahun ini cukup moderat dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi dan geo-politik. Selain persoalan daya beli, Henry menyoroti potensi kenaikan biaya seperti biaya kapal atau logistik akibat faktor ketidakpastian yang muncul belakangan ini.

Di samping itu, ada masalah klasik masih membayangi, yakni kendala pasokan dan harga gas industri.

Baca Juga: Industri Kaca Gali Potensi Pemulihan Pasar, Tapi Masih Cemas pada Pasokan Gas

"Masalah utama yang anggota kami hadapi adalah harga gas yang tinggi di luar kuota. Kami berharap industri tidak harus membayar harga regasifikasi gas karena mahal yang menyebabkan harga gelas kami tidak kompetitif," ujar Henry.

Pasokan dan harga gas bakal memengaruhi tingkat utilisasi produksi. Henry pun memproyeksikan utilisasi industri gelas kaca pada tahun ini akan mencapai sekitar 60%.

Kendala serupa menjadi sorotan Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP). Yustinus Gunawan selaku Ketua Umum AKLP mengungkapkan kendala gas menambah kepelikan bagi industri kaca lembaran dan pengaman yang sedang menghadapi kelebihan kapasitas (overcapacity).

Yustinus menggambarkan, kapasitas industri bisa mencapai 2,6 juta ton per tahun. Tetapi, pasar dalam negeri saat ini hanya mampu menyerap sepertiga dari kapasitas produksi atau sekitar 800.000 ton. Dus, pelaku industri kaca lembaran mesti berupaya menggenjot penjualan ke pasar ekspor.

Baca Juga: Industri Kaca Ingin Jaga Utilisasi pada Semester II, Ini Peluang dan Tantangannya

Pelaku industri pun membutuhkan harga gas yang kompetitif untuk bisa bersaing dengan produk dari negara lain. Yustinus pun berharap Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bisa terealisasi sesuai regulasi.

"Tantangan utama masih harga gas bumi yang tinggi, karena realisasi pasokan HGBT rendah," tandas Yustinus.

Selanjutnya: Kinerja Tertekan, Cek Rekomendasi Saham PTBA, INDY dan ITMG, untuk Senin (12/1)

Menarik Dibaca: Fres & Natural Kolaborasi dengan Vilo Gelato, Tawarkan Wangi Baru untuk Anak Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×