kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Menperin Arilangga: Investasi jadi kunci industri 4.0


Rabu, 04 September 2019 / 21:36 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah bertekad semakin gerak cepat untuk memasuki era industri 4.0


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bertekad semakin gerak cepat untuk memasuki era industri 4.0 melalui penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Hal ini guna menciptakan lompatan dan terobosan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian menyebutkan bahwa salah satu kunci dari implementasi industri 4.0 adalah peningkatan investasi, terutama berkaitan dengan pengembangan industri baru. Hal tersebut dinilai akan memperkuat dan memperdalam struktur manufaktur nasional.

“Makanya investasi terus kami dorong, sehingga akan memacu kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Selain itu dapat menghasilkan substitusi impor,” ungkapnya dalam keterangan pers, Rabu (4/9).

Baca Juga: Program Industri 4.0 Kemenperin perlu dukungan lintas sektor

Airlangga optimistis, apabila hal itu terwujud, bakal mampu menggenjot produk domestik bruto (PDB) secara signifikan. Ia menyebutkan selain meningkatkan net ekspor sebesar 10%, sasaran Making Indonesia 4.0 juga meliputi peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga dua kali lipat dan alokasi anggaran riset menjadi 2%.

Berdasarkan aspirasi besar peta jalan tersebut, Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Kami meyakini, industri 4.0 akan mendongkrak 1%-2% pertumbuhan ekonomi, menambah hingga 10 juta lapangan kerja baru, dan peningkatan kontribusi industri manufaktur sebesar 25% pada tahun 2030,” ungkapnya.

Menilik data Badan Pusat Statistik melalui Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2019, pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) kuartal II/2019 naik sebesar 3,62% (yoy) dari kuartal II/2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×