kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.984   11,00   0,06%
  • IDX 9.021   -113,21   -1,24%
  • KOMPAS100 1.240   -14,88   -1,19%
  • LQ45 874   -10,39   -1,17%
  • ISSI 330   -4,16   -1,25%
  • IDX30 445   -8,66   -1,91%
  • IDXHIDIV20 520   -18,70   -3,47%
  • IDX80 138   -1,66   -1,19%
  • IDXV30 143   -6,03   -4,06%
  • IDXQ30 142   -3,42   -2,35%

Menperin dorong Jepang berinvestasi di luar Jawa


Kamis, 09 April 2015 / 14:28 WIB
Menperin dorong Jepang berinvestasi di luar Jawa
ILUSTRASI. Kode Redeem Free Fire (FF) Hari ini 27 Oktober 2023, Item Menarik ini jadi Rewardnya


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengimbau investor Jepang agar menanamkan investasi di luar Jawa. Dalam pertemuan dengan kumpulan pengusaha Jepang yang dikenal dengan Keidanren, Saleh mengatakan, Jepang dapat membantu di sektor-sektor yang diperlukan Indonesia saat ini.

Investasi itu bisa ditempatkan di kawasan-kawasan industri, khususnya di luar Jawa yang pembangunannya sedang  digeber pemerintah. "Dengan kehadiran delegasi Keidanren, saya sangat berharap perusahaan Jepang menaruh minat di kawasan industri luar Jawa yang sedang dibangun di Indonesia," ujar Saleh pada sambutannya dalam acara diskusi antara delegasi Keidanren, Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Kementerian Perindustrian, Kamis (9/4).

Seperti diketahui, pemerintah tengah mengembangkan rencana pembangunan 14 kawasan industri di luar Jawa. Lokasinya berada di mulai dari Sumatera sampai Papua Barat. Sektor industri yang akan dibangun mulai dari pupuk, petrikimia, feronikel, kakao, sampai galangan kapal.

Beberapa prioritas pembangunan pemerintah saat ini meliputi infrastruktur, tenaga listrik, maritim, industrialisasi berorientasi ekspor dan percepatan pembangunan daerah. “Kunjungan Keidanren ke Indonesia kali ini untuk membuka peluang kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi disini," ujar Saleh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×