kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mentan enggan bahas rencana penurunan HET beras


Selasa, 05 Juni 2018 / 13:46 WIB
ILUSTRASI. Harga eceran tertinggi beras


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman enggan memberikan tanggapan atas rencana penurunan harga eceran tertinggi (HET) beras yang diwacanakan oleh Kementerian Perdagangan.

“Kita berbicara tentang produksi dan memperbanyak stok,” ujar Amran, Selasa (5/6).

Menurut Amran, saat ini Kementerian Pertanian sedang gencar menambah stok dan menambah luas lahan. Karena itu, bantuan bibit dan alat mesin pertanian menjadi salah satu cara meningkatkan produksi. 

Amran mengatakan, dengan peningkatan produksi, maka petani akan semakin sejahtera.

Menurut Amran, penggunaan bibit unggul serta penggunaan alat mesin pertanian dapat mengurangi biaya produksi.

Saat ini, kata Amran harga gabah di tingkat petani sedang baik. Menurutnya, harga gabah berkisar Rp 3.800-Rp 4.500 per kg.

Catatan saja, sebelumnya Kementerian Perdangangan (Kemdag) berencana menurunkan harga Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemdag Tjahya Widayanti mengatakan pemberlakuan penurunan HET beras masih dalam pembahasan.

Rencana penurunan HET ini mendapatkan penolakan dari petani. Pasalnya, penurunan HET ini akan merugikan petani karena harga gabah akan turut menurun, serta akan turut mengurangi semangat petani dalam bertanam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×