kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mentan pastikan harga beras segera turun


Senin, 29 Januari 2018 / 13:31 WIB
ILUSTRASI. STOK BERAS MEDIUM BULOG


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman optimistis, harga beras akan turun dalam waktu dekat.

Menurut Amran, harga gabah di tingkat petani saat ini sudah turun Rp 800 per kg, nantinya penurunan harga gabah ini akan diikuti dengan menurunnya harga beras. Dia bilang, penurunan harga ini akan terjadi sejak Panen Raya pada Februari hingga Mei mendatang.

"Harga pasti turun. Saya pastikan hari ini, turun. Kami harus antisipasi, kami sudah ajak Bulog untuk mengantisipasi harga," ujar Amran, Senin (29/1).

Berdasarkan situs Food Station Tjipinang Jaya, Senin (22/1), harga beras IR-64 III hari ini sebesar Rp 8.525 per kg. Harga ini turun dibandingkan hari sebelumnya yakni Rp 8.650 per kg. Sedangkan harga beras IR-64 III  sebesar Rp 8.900 per kg.

Tahun ini, Amran optimistis produksi padi akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, Kemtan mengklaim produksi gabah mencapai 81,3 juta ton. "Tahun ini target produksi lebih daripada tahun lalu. Rencana Di atas 80 juta ton gabah," " katanya.

Kementan mendapatkan anggaran sekitar Rp 23 triliun pada tahun ini. Sekretaris Jenderal Kemtan, Hari Priyono mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan. Anggaran tersebut paling banyak dialokasikan untuk sarana dan prasarana pertanian serta untuk sektor tanaman pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×