kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menteri ESDM beri sinyal pencabutan subsidi solar


Senin, 11 April 2016 / 19:43 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memberi sinyal penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar akan masuk di Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).

Sudirman mengaku, beberapa pengamat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memang telah mengusulkan wacana tersebut melalui diskusi publik. Hal ini mengingat tren harga minyak dunia yang masih rendah.

"Kami secara bertahap ingin menyelesaikan masalah subsidi, ada opsi meninjau kembali subsidi. Melalui public dialogue, beberapa pengamat maupun anggota DPR membuka kemungkinan mumpung harga minyak lagi rendah," ungkapnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/4).

Dia menegaskan, pemerintah belum mengambil keputusan akan mencabut subsidi solar, namun usulan tersebut akan tetap diajukan kepada Komisi VII, agar selanjutnya bisa dimasukan dalam APBN-P.

"Mengenai prosesnya kan harus lewat APBN-P. Jadi kami tidak bisa mengatakan pemerintah akan mencabut, tapi mungkin akan mengusulkan. Nanti tergantung komisi VII DPR bagaimana," jelas Sudirman.

Sudirman menjamin, subsidi untuk solar yang rencananya akan dicabut tidak akan semata mata dicabut tapi dialihkan untuk mendanai sejumlah proyek pembangunan infrastruktur.

"Rencana cabut subsidi solar itu nanti akan dialihkan untuk pembangunan apa sebetulnya. Jadi tidak persis (dicabut) begitu," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×