kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Menteri Pertanian Pastikan Harga TBS Sawit Petani Kembali Normal Pekan Depan


Kamis, 18 Juni 2026 / 16:40 WIB
Menteri Pertanian Pastikan Harga TBS Sawit Petani Kembali Normal Pekan Depan
ILUSTRASI. Pemerintah memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani bisa kembali normal pada pekan depan. ? (ANTARA FOTO/AKBAR TADO)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemerintah memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani bisa kembali normal pada pekan depan. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini 90% harga TBS sawit petani sudah kembali ke harga semula dari sebelumnya anjlok. Menurutnya, dari 1.900 perusahaan sawit, hanya ada 100 lebih perusahaan yang belum membeli harga sawit petani dengan harga normal. 

"Jadi yang masih belum itu kurang lebih 100, kurang lebih 5%-10% yang belum normal," kata Amran di Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026). 

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Kualitas Layanan SPBU

Amran menilai anjloknya harga TBS sawit petani ini tidak normal di tengah kenaikan harga crude palm oil (CPO) dunia. 

"Harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih sepuluh persen, harga CPO naik, tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal," tegasnya. 

Untuk itu, Amran meminta kepada pelaku usaha untuk tidak bermain-main dalam membeli harga TBS sawit petani. 

Amran mengingatkan saat ini ada 15 juta petani yang bergantung pada sektor sawit. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari arahan Presiden untuk segera mengembalikan harga sawit ke harga normal. 

"Tapi yakin, satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali," urai Amran. 

Sebelumnya, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin menyebut bahwa TBS sawit di tingkat petani sudah sudah mulai terkerek naik hingga Rp 3000 dari sebelumnya yang sempat anjlok di level Rp 1.500. 

Namun begitu, menurutnya kondisi ini masih belum sepenuhnya pulih. Dia menyebut harga Crude Palm Oil (CPO) yang ditetapkan Rp 14.000/kg hingga Rp 15.000/kg. Dengan ketetapan ini, harga TBS sawit di tingkat petani seharusnya telah mencapai Rp 3.900 hingga Rp 4.000. 

Baca Juga: Aturan Baru Blending Batubara Memberikan Kepastian Hukum bagi Pelaku Industri

"Nah di petani saat ini ada ada yang Rp 2.900-an, ada yang Rp 3.000-an, ada yang Rp 2.700-an, ada yang Rp 3.000 an lebih juga. Kita harap ini terus naik," jelas Sabarudin saat dijumpai di Kantor Kementan, Senin (8/6/2026). 

Serikat petani menilai penurunan ini dipicu salah satunya karena kebijakan ekspor satu pintu yang akan dilakukan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).  

Kebijakan ini dianggap memberi ketidakpastian baru bagi pelaku usaha yang berdampak langsung bagi petani.  

"Jadi kita saat ini fokus itu bagaimana kembali normal seperti sebelum penetapan kebijakan ekspor satu pintu," terang Sabarudin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×