kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.161   4,00   0,02%
  • IDX 7.587   -37,02   -0,49%
  • KOMPAS100 1.049   -7,01   -0,66%
  • LQ45 756   -3,51   -0,46%
  • ISSI 275   -2,35   -0,85%
  • IDX30 404   0,14   0,03%
  • IDXHIDIV20 490   0,30   0,06%
  • IDX80 117   -0,77   -0,65%
  • IDXV30 138   0,19   0,14%
  • IDXQ30 129   0,24   0,18%

Menteri Rini tekankan pentingnya holding tambang untuk mendorong industri hilir


Jumat, 18 Mei 2018 / 22:04 WIB
Menteri BUMN bersama direksi BUMN pertambangan


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan sangat penting bagi Indonesia untuk membuat holding tambang. Sebab Indonesia merupakan salah satu negara yang paling lambat mengembangkan industri hilir karena lebih fokus mengekspor hasil tambang ke luar negeri.

Ia menambahkan bahwa cadangan bauksit Indonesia adalah yang terbesar ketujuh di dunia. Indonesia juga menjadi pengekspor bauksit terbesar di dunia. “Hal ini perlu diwaspadai. Sebab jika cadangan bauksit kita habis, maka itu akan menguntungkan pihak lain untuk menikmati hasil kerja keras kita,” kata Rini saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan PT Inalum di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (18/5).

Maka menurut Rini, pendirian holding tambang perlu dilakukan agar bisa mengatur stok cadangan bauksit dengan lebih teratur. “Sebab 60% bauksit dunia diproduksi dari Antam. "Maka saya berharap kelak kita bisa memenangkan tender tambang, lalu mengembangkan bahan baku yang baik dan potensi source of energy yangg murah”, tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×