Reporter: Fitri Nur Arifenie |
JAKARTA. PT Merukh Enterprises dengan perusahaan asal China yaitu Avic International Holding Corporation (Avic) sepakat membentuk perusahaan patungan di beberapa proyek potensial di Indonesia. Di antaranya batubara di Aceh, Biji Besi di Sumba, Emas di Kutai, blok minyak di Rote, Laut Savu, dan tambang tembaga emas di Lembata.
Team Leader Negosiasi Bisnis Merukh Enterprises Selo Selvieana mengatakan, melalui perusahaan patungan yang akan dibentuk, dua pihak sepakat menerbitkan letter of credit (L/C) sesuai nilai perdagangan timbal balik yang sudah disepakati sekitar US$ 10 miliar. Setiap transaksi dari jual beli itu akan diperhitungkan oleh pihak perbankan yang disepakati dan ditunjuk dua pihak sesuai dengan besaran utang piutang dari transaksi tersebut.
Sebelumnya, Merukh Enterprises dengan perusahaan asal China tersebut telah menandatangani kesepakatan awal untuk kerja sama tersebut pada Februari lalu. Kesepakatan awal itu ditindaklanjuti dengan negosiasi bisnis yang menghasilkan kerja sama perdagangan timbal balik dengan Avic.
Presiden Direktur PT Merukh Enterprises Rudy Merukh mengatakan, selain menjadi acuan bisnis yang menarik, pihaknya memang sengaja merintis negosiasi bisnis dengan perusahaan asal Cina, karena ingin mendukung dan mengimplementasikan program Asean-Cina Free Trade Agreement (ACFTA) yang sudah dicanangkan pemerintah.
“Melalui kerja sama bisnis jangka panjang dengan Cina, Merukh Enterprises ingin agar pemerintah Indonesia maupun pihak swasta nasional bisa mengambil nilai tambah yang maksimal dari program ACFTA yang sudah dicanangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News