kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Meski harga turun, volume ekspor CPO meningkat


Senin, 15 Juni 2015 / 22:20 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kinerja ekspor Indonesia masih dilanda kelesuan. Penyebab ekspor yang lemah adalah karena harga komoditas dunia yang lesu, tidak terkecuali produk ekspor andalan Indonesia crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan harga komoditas CPO memang turun, namun secara volume mengalami kenaikan. Januari-Mei 2014 volume ekspor CPO Indonesia tercatat 9,7 juta ton. "Untuk Januari-Mei tahun ini volume CPO 11,8 juta ton," ujarnya, Senin (15/6).

Dari sisi harga, harga minyak kelapa sawit turun hingga 26,32%. Alhasil, karena harga turun secara nilai ekspor CPO masih turun. Menurut Suryamin, kalau harga internasional membaik ada peluang ekspor CPO Indonesia akan meningkat.

Adapun ekspor lemak dan minyak hewan/nabati secara keseluruhan dari Januari-Mei 2015 tercatat US$ 7,94 miliar, turun 4,84% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 8,34 miliar. Pada Mei 2015 sendiri ekspor lemak dan minyak hewan/nabati turun 17,54% menjadi US$ 1,52 miliar dibanding Mei 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×